Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Minggu, 11 Januari 2026

Desa Desa di Bali Gelar berbagai kegiatan Semarakan Hari Desa Nasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan jalan sehat pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, suasana desa tampak semarak dengan langkah kebersamaan warga yang menyusuri wilayah desanya masing-masing.

Jalan santai ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong. Setiap desa mengemas kegiatan sesuai dengan karakter dan potensi lokal, sekaligus menjadi momentum refleksi atas peran strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, desa-desa di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa peringatan Hari Desa Nasional dimaknai dengan aksi nyata yang melibatkan partisipasi warga. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mewujudkan desa dalam menggapai harapan masyarakat sejahtera, sejalan dengan arah pembangunan desa menuju Indonesia yang lebih kuat dari desa.

Sedangkan Desa-desa di Kabupaten Jembrana, dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026 melakukan gotong royong melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan. Sejak pagi, suara kulkul menggema sebagai tanda turun bersama, mengajak warga khususnya ibu-ibu membersihkan lingkungan desa, mulai dari halaman rumah hingga fasilitas umum.

Demikian pula desa desa di kota Denpasar, Bangli, Klungkung dan Badung melakukan kegiatan babersih melalui gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, mulai dr membersihkan lingkungan sampai sungai

Kegiatan ini menjadi wujud nyata nilai Tri Hita Karana, menjaga harmoni dengan alam (palemahan), memperkuat kebersamaan antarwarga (pawongan), dan dilandasi rasa syukur (parahyangan). Melalui kebersamaan sederhana ini, desa-desa di Pekutatan menegaskan komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari

#kemendesapdt
#bangundesabangunindonesia
#haridesanasional2026
#PendampingDesaHebat


Sabtu, 10 Januari 2026

Hari Desa Nasional 2026 "Desa Pondasi Utama Pembangunan Indonesia"

 

Kamis, 15 Januari 2026, Indonesia kembali memperingati Hari Desa Nasional. Peringatan tahun ini menjadi yang kedua kalinya sejak Hari Desa ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan untuk kembali melihat desa sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, kawasan Kebun Raya Indrokilo. Lokasi ini mencerminkan semangat desa yang terus tumbuh, selaras antara pembangunan, lingkungan, dan kearifan lokal.

Mengangkat tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia – Desa Terdepan untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa desa bukan lagi pelengkap, melainkan penggerak utama pembangunan nasional. Dari desa, ketahanan ekonomi rakyat dibangun. Dari desa pula, nilai budaya dan gotong royong tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Salah satu fokus utama Hari Desa Nasional 2026 adalah peran pemuda. Desa didorong menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda sebagai pelopor pembangunan, inovator, dan penjaga masa depan desa. Semangat ini diperkuat melalui berbagai kegiatan pendukung, salah satunya Gerakan Bebersih Desa Nasional yang dilaksanakan pada 13 Januari 2026, sebagai simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat desa.

Peringatan ini diperkirakan akan dihadiri oleh 30.000 hingga 100.000 peserta, termasuk perangkat desa dan pendamping desa dari seluruh Indonesia. Angka tersebut menunjukkan besarnya energi kolektif desa yang terus bergerak dan berkontribusi bagi negeri.

Hari Desa Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia tidak bisa dilepaskan dari membangun desa. Desa yang kuat, berdaya, dan berkelanjutan adalah kunci menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan

#kemendespdt, #bangundesabangunindonesia, #haridesanasional2026 #PendampingDesaHebat

Penulis ( AP )

Kamis, 08 Januari 2026

Menjaga Data, Mengawal Arah & Merawat Cerita

Hari Desa  bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah tentang peran, tentang tanggung jawab, dan tentang sejauh mana pendampingan yang dilakukan benar-benar memberi makna bagi desa. Sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi, saya berada di simpul proses  arah pembangunan desa dari pendataan, perencanaan, pelaksanaan ( P3SDGs )  hingga media.

Di bidang pendataan, saya semakin menyadari bahwa SDGs Desa, eHDW, dan Indeks Desa bukan sekadar kewajiban pengisian aplikasi. Data adalah fondasi kebijakan. Ketika data disusun dengan jujur dan akurat, desa memiliki kompas yang jelas untuk menentukan prioritas. Sebaliknya, data yang asal-asalan hanya akan melahirkan perencanaan yang meleset dari kebutuhan nyata warga. Tantangan terbesar bukan teknis, melainkan membangun kesadaran bahwa data adalah alat keberpihakan, terutama bagi kelompok rentan.

Pendataan yang baik seharusnya berujung pada perencanaan desa yang rasional dan partisipatif. Dalam proses penyusunan RPJMDes dan RKPDes, saya melihat betapa pentingnya menjaga agar perencanaan tidak sekadar formalitas. Data harus berbicara dalam musyawarah, bukan hanya tersimpan dalam dokumen. Perencanaan desa yang kuat bukan yang paling banyak programnya, tetapi yang paling relevan dengan kondisi dan kemampuan desa.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, termasuk penyaluran Dana Desa ke Rekening Kas Desa (RKD) dan realisasi penggunaannya, baik untuk kegiatan sarana prasarana maupun non sarpras. Di fase ini, kepatuhan pada regulasi dan ketertiban administrasi menjadi keharusan. Namun bagi saya, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada terserapnya anggaran, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dana desa harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar laporan.

Di tengah proses itu, media sering kali menjadi aspek yang terlupakan. Padahal, media adalah ruang bagi desa untuk menyampaikan cerita tentang kerja dan perubahan yang sedang dibangun. Dokumentasi dan publikasi bukan soal pencitraan, melainkan bentuk akuntabilitas dan pembelajaran. Praktik baik yang tidak diceritakan akan berhenti di satu desa, sementara yang dibagikan dapat menginspirasi desa lain.

Refleksi ini mengingatkan saya bahwa peran TAPM Provinsi bukanlah sebagai penentu kebijakan, melainkan penjaga kualitas proses. Menjaga agar data tetap bermakna, perencanaan tetap berpijak pada realitas, pelaksanaan tetap tertib dan berdampak, serta cerita desa tetap jujur dan utuh.

Desa yang kuat tidak lahir dari kebijakan besar semata, tetapi dari konsistensi mengawal proses kecil yang dilakukan dengan sadar. Dan selama kepercayaan itu masih ada, saya memilih untuk terus berjalan bersama desa dengan integritas, kesabaran, dan keyakinan bahwa desa adalah fondasi masa depan Indonesia.

Selamat Hari Desa Nasional 2026


Rabu, 07 Januari 2026

Bagaimana Nasib BLT DD Tahun 2026

Sesuai ketentuan Permendes PDT No. 16 Tahun 2025,  BLT Dana Desa tetap menjadi salah satu fokus penggunaan dana desa 2026. Secara regulasi BLT DD tetap boleh dianggarkan namun tidak ada ketentuan yang mewajibkan desa memberikan BLT DD  termasuk jumlah minimal penerima.

Logikanya sederhana. Bantuan tunai memang penting, tapi tidak bisa selamanya jadi andalan. Permendes 16/2025 mendorong desa untuk lebih jeli melihat kondisi warganya. Apakah masih ada warga miskin ekstrem yang belum tersentuh PKH atau BPNT?, apakah ada bencana atau guncangan ekonomi lokal? Jika ya, silakan BLT dianggarkan. Tapi kalau tidak, desa diminta berani melangkah ke arah yang lebih produktif.

Kuncinya ada di Musyawarah Desa dan data. BLT 2026 bukan lagi soal kebiasaan, tapi soal kebutuhan riil. Desa ditantang untuk memastikan bahwa setiap rupiah Dana Desa betul-betul menjawab persoalan, bukan sekadar mengulang pola lama.

Jadi Inilah saatnya desa  naik kelas. Lebih mandiri dalam mengambil keputusan, lebih berani berpihak pada program yang memberi dampak jangka panjang, dan lebih dewasa dalam mengelola Dana Desa.

Penulis_AP

POINT POINT PERUBAHAN FOKUS PENGGUNAAN DD 2025 DGN FOKUS PENGGUNAAN DD 2026



Senin, 05 Januari 2026

Tantangan Dana Desa dan Komitmen Desa cegah stunting

Menurunnya anggaran Dana Desa tahun 2026 menjadi kenyataan yang harus dihadapi banyak desa. Penyesuaian pagu membuat pemerintah desa kembali menghitung ulang prioritas pembangunan. Di tengah keterbatasan itu, satu hal yang tidak boleh ikut berkurang adalah komitmen desa dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia desa. Anak yang tumbuh tidak optimal hari ini akan menghadapi tantangan besar di masa depan—baik dalam pendidikan, produktivitas, maupun daya saing. Karena itu, meski Dana Desa menurun, tanggung jawab desa terhadap pencegahan stunting tidak boleh surut.

Keterbatasan anggaran seharusnya mendorong desa lebih cermat dan tepat sasaran. Intervensi stunting tidak selalu membutuhkan biaya besar. Penguatan Posyandu, pendampingan ibu hamil, pemantauan balita berisiko, edukasi gizi keluarga, serta perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan melalui optimalisasi kader dan kolaborasi lintas sektor.

Data menjadi kunci utama. Dengan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara by name by address, desa dapat mengarahkan bantuan dan layanan secara lebih efektif. Setiap rupiah Dana Desa digunakan untuk keluarga yang benar-benar membutuhkan, sehingga efisiensi anggaran tetap berjalan tanpa mengorbankan tujuan pembangunan manusia.

Di banyak desa, keterbatasan anggaran justru melahirkan inovasi. Gerakan jemput layanan kesehatan, dapur sehat berbasis pangan lokal, serta sinergi desa dengan Puskesmas, PKK, dan unsur masyarakat menjadi contoh bahwa upaya penurunan stunting dapat terus berjalan dengan biaya yang terukur namun berdampak nyata.

Dana Desa 2026 boleh menurun, tetapi keberpihakan desa kepada anak-anak tidak boleh berkurang. Desa adalah garda terdepan pembangunan manusia. Dalam kondisi apa pun, memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui angka dalam APBDes.

Karena pada akhirnya, desa yang kuat bukan hanya desa yang membangun jalan dan gedung, tetapi desa yang menjaga masa depan generasinya




Penulis
Admiin

Minggu, 04 Januari 2026

Fokus Penggunaan Dana Desa 2026


Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi desa dalam menata pembangunan yang lebih berdampak bagi masyarakat. Melalui Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 16 Tahun 2025, tentang petunjuk operasional atas fokus penggunaan Dana Desa 2026,

Fokus Penggunaan Dana Desa 2026, Berdasarkan regulasi tersebut, Dana Desa 2026 diprioritaskan penggunaannya untuk mendukung :

  1. Penanganan kemiskinan Desa diutamakan ekstrem dengan penggunaan Dana Desa untuk Bantuan langsung Tunai Desa dengan target keluarga penerima manfaat dapat menggunakan data Pemerintah sebagai acuan;
  2. Penguatan Desa berketahanan iklim dan tangguh bencana;
  3. Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar  kesehatan skala Desa;
  4. Program ketahanan pangan atau lumbung pangan, energi, dan lembaga ekonomi Desa lainnya;
  5. Dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih;
  6. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa   melalui program Padat Karya Tunai Desa;
  7. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di Desa; dan/atau  
  8. Program sektor prioritas lainnya di Desa termasuk  pengembangan potensi dan keunggulan Desa, serta.
  9. Dana operasional Pemerintah Desa paling banyak 3% (tiga persen) dari pagu Dana Desa selain untuk Koperasi Desa Merah Putih setiap Desa

Dana Desa 2026 diharapkan tidak hanya habis dibelanjakan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan fokus yang jelas, serta partisipasi aktif warga desa, Dana Desa menjadi kunci mewujudkan desa yang berdaya, sejahtera, dan berkelanjutan.


Penulis/Admin

Adi Parmadi



Desa Desa di Bali Gelar berbagai kegiatan Semarakan Hari Desa Nasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar ...