Minggu, 26 Juli 2026
PEMUTAKHIRAN/PENDATAAN INDEKS DESA 2026
Sabtu, 25 Juli 2026
CARA ISI TEMPLATE RTLH PADA ID 2026
Selasa, 05 Mei 2026
Sorotan Lensa PLD Pupuan, Kegiatan Sanitasi Pemukiman dari Dana Desa 2026
Jumat, 27 Februari 2026
𝙎𝙤𝙨𝙞𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙎𝙞𝙢𝙪𝙡𝙖𝙨𝙞 𝙋𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙢𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙣𝙖 𝘿𝙚𝙨𝙖
Minggu, 15 Februari 2026
𝘑𝘢𝘨𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 , 𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘰𝘭𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘴𝘢
Melalui Jaga Desa, Desa Jungutan menghadirkan transparansi
pengelolaan keuangan desa yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat . Sebuah video
pendek menampilkan pembangunan jalan
usaha tani (JUT) berupa rabat beton di desa
Jungutan sangat dirasakan oleh petani.. Kegiatan ini merupakan hasil musyawarah
berjenjang dari dusun hingga desa bersama Badan Permusyawaratan Desa,
lalu ditetapkan dalam perencanaan desa.
Kini akses menuju lahan pertanian
semakin lancar, biaya angkut panen lebih ringan, dan aktivitas petani menjadi
lebih efisien.
Pendamping desa turut memfasilitasi
seluruh proses agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Masyarakat juga
dapat memantau kegiatan desa melalui aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga
Desa).
𝘋𝘢𝘯𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘎𝘦𝘳𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢, 𝘗𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘔𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵
Dana Desa di desa Kedisan kabupaten Gianyar memberikan manfaat nyata di lapangan. Hal ini tergambar dari pengelolaan
objek wisata di Desa Kedisan yang terus berkembang berkat dukungan pendanaan dari dana desa dan pendampingan yang konsisten.
Perwakilan pengelola objek wisata Ulu Petanu menyampaikan bahwa Dana Desa memiliki arti sangat
penting bagi keberlanjutan pembangunan di wilayah mereka. Terlebih, sektor
pariwisata setempat tengah mengalami pertumbuhan pesat sehingga membutuhkan
dukungan infrastruktur yang memadai.
Senada dengan itu, pengurus BUMDes
Garuda Rajawali Kedisan menegaskan bahwa Dana Desa telah memberikan
manfaat nyata bagi pengembangan Desa
Wisata Ulu Petanu. Salah satu wujudnya adalah pembangunan fasilitas
pendukung wisata, termasuk ruang ganti yang kini sudah bisa dimanfaatkan oleh
pengunjung dan masyarakat. “Dana desa sangat bermanfaat untuk pengembangan desa
wisata, terutama pembangunan infrastruktur,” ungkap perwakilan BUMDes Garuda Rajawali Kedisan.
Pendamping desa turut berperan mengawal proses mulai dari perencanaan
hingga pemanfaatan, sehingga Dana Desa benar-benar tepat sasaran dan dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.
Ke depan, desa berharap dukungan Dana Desa terus berlanjut untuk memperluas
infrastruktur wisata dan menggerakkan ekonomi warga
𝘋𝘢𝘯𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘕𝘺𝘢𝘵𝘢, 𝘗𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘛𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘸𝘢𝘭
Dana Desa benar-benar memberi
manfaat bagi masyarakat, ujar salah satu warga desa apuan kabupaten bangli.
Pembangunan jalan desa, jalan lingkungan, akses pertanian hingga saluran
irigasi kini semakin baik dan mempermudah aktivitas warga.
Tidak hanya infrastruktur,
berbagai pelatihan ekonomi seperti pembuatan jajan juga membuka peluang usaha
baru. Program ketahanan pangan melalui bantuan bibit tanaman dan bibit sapi
bersama BUMDes turut memperkuat penghidupan masyarakat, khususnya petani.
Di balik capaian tersebut,
pendamping desa terus hadir membersamai pemerintah desa agar pemanfaatan Dana
Desa tepat sasaran dan berdampak nyata.
𝘋𝘢𝘯𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘬𝘦 𝘒𝘢𝘯𝘵𝘰𝘯𝘨 𝘞𝘢𝘳𝘨𝘢, 𝘗𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘒𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘗𝘒𝘛𝘋
Pemanfaatan Dana Desa di Desa
Sumerta Kelod menunjukkan hasil nyata melalui pelaksanaan program Padat Karya
Tunai Desa (PKTD). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah desa untuk
mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan berbasis
swakelola yang melibatkan tenaga kerja lokal.
Dengan dukungan Dana Desa Tahun
Anggaran 2025, PKTD membuka peluang kerja bagi warga, terutama kelompok miskin,
penganggur, dan setengah menganggur. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur
yang bermanfaat bagi desa, kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal
karena upah kerja langsung diterima oleh masyarakat.
Di balik kelancaran program,
Pendamping Desa memegang peran penting. Sejak tahap perencanaan, pendamping memfasilitasi
musyawarah desa agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Pendamping
juga memberikan asistensi teknis selama pelaksanaan serta melakukan monitoring untuk
memastikan kegiatan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pendampingan
inilah yang memastikan Dana Desa benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.
PKTD Tukad Subak Kedaton
menegaskan bahwa Dana Desa bukan hanya instrumen pembangunan fisik, tetapi juga
alat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dengan pelibatan tenaga kerja lokal
dan pengelolaan yang swakelola, desa mampu memperkuat daya beli warga sekaligus
mempercepat pembangunan yang inklusif.
Sabtu, 14 Februari 2026
𝘗𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘳, 𝘗𝘰𝘴𝘺𝘢𝘯𝘥𝘶 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘵: 𝘋𝘢𝘯𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘓𝘢𝘺𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳
Pemanfaatan Dana Desa di Desa Dajan Peken terus menunjukkan dampak nyata
melalui penguatan layanan Posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Melalui kegiatan Posyandu 6 SPM sebagai wujud desa inklusif, pemerintah desa
menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, terpadu, dan menyentuh
langsung kebutuhan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Dengan dukungan Dana Desa Tahun 2025, kegiatan Posyandu tidak hanya fokus
pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga mengedepankan semangat gotong
royong dan inklusivitas. Layanan yang diberikan mencakup pemantauan tumbuh
kembang balita, edukasi kesehatan, serta fasilitasi pelayanan sosial dasar
lainnya. Program ini sekaligus membuka ruang partisipasi aktif kader, tenaga
kesehatan, dan masyarakat desa.
Peran Pendamping Desa tampak strategis sejak tahap perencanaan hingga
pelaksanaan. Pendamping memastikan penganggaran Dana Desa selaras dengan
prioritas nasional, memfasilitasi musyawarah desa yang partisipatif, serta
mengawal implementasi kegiatan agar tepat sasaran, akuntabel, dan
berkelanjutan. Pendampingan ini menjadi kunci agar inovasi Posyandu 6 SPM
benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok rentan.
Inisiatif ini menegaskan bahwa Dana Desa bukan hanya untuk pembangunan
fisik, tetapi juga instrumen penting dalam peningkatan kualitas layanan dasar
dan pembangunan manusia. Melalui pengelolaan yang kolaboratif dan partisipasi
masyarakat yang kuat, Posyandu 6 SPM Desa Dajan Peken diharapkan mampu
memperkuat fondasi desa inklusif yang sehat, tangguh, dan berdaya.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah
desa, kader, tenaga layanan, Pendamping Desa, dan masyarakat merupakan fondasi
penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
𝙎𝙞𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝘽𝙐𝙈𝘿𝙚𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜 𝘿𝙚𝙨𝙖: 𝙈𝙚𝙣𝙜𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙅𝙖𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙆𝙚𝙠𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙀𝙠𝙤𝙣𝙤𝙢𝙞 𝙋𝙖𝙣𝙜𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣
BUMDesa Dwi Buana Amertha Desa Pangyangan mengembangkan budidaya jagung untuk memperkuat ketahanan pangan desa. Dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian lokal, program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan dan pakan ternak yang terjangkau bagi warga. Inisiatif yang didukung Dana Desa Tahun Anggaran 2025 ini juga membuka peluang kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi cerminan desa yang mandiri, produktif, dan inovatif dalam mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama, karena BUMDes bukan hanya untuk usaha tetapi untuk meningkatkan kemandirian desa.
Inisiatif ini menegaskan peran BUMDesa bukan hanya sebagai penggerak
ekonomi, tetapi juga sebagai pilar kemandirian desa yang mengoptimalkan potensi
pertanian jagung untuk kemakmuran jangka panjang. Melalui penyertaan modal Dana
Desa sebesar Rp 150.646.000 (20%
), program ketahanan pangan jagung
di Desa Pangyangan berhasil menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat
dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Bahkan, capaian produktivitas
lahan yang mencapai rata-rata 6,5–7 ton per hektare menjadi bukti keberhasilan
pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif kelompok tani serta pendampingan TPP Kecamatan Pekutatan, usaha budidaya jagung BUMDesa Dwi Buana Amertha mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara Dana Desa, potensi lokal, inovasi, dan kelembagaan desa dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan
Senin, 09 Februari 2026
𝘽𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝘿𝙚𝙨𝙖 𝘿𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖
Minggu, 25 Januari 2026
Selasa, 20 Januari 2026
Rabu, 07 Januari 2026
Sabtu, 29 November 2025
Jumat, 21 November 2025
Sabtu, 08 November 2025
Selamat Ulang tahun ke 51 Bapak Yandri Susanto
Minggu, 12 Oktober 2025
Sibening Gadis Dalung Melaju ke Tingkat Nasional, Antarkan Desa Dalung Wakili Bali dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026
Badung, 15 September 2026. Inovasi Sibening Gadis Dalung mengantarkan Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, melaju ke ting...
-
(Dalam Perspektif Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014) Pendahuluan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menegaskan bahwa de...
-
Badung, 6 Februari 2026. Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Provinsi pada Jumat (6/2/2026)...
-
Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar ...









