BUMDesa Dwi Buana Amertha Desa Pangyangan mengembangkan budidaya jagung untuk memperkuat ketahanan pangan desa. Dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian lokal, program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan dan pakan ternak yang terjangkau bagi warga. Inisiatif yang didukung Dana Desa Tahun Anggaran 2025 ini juga membuka peluang kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi cerminan desa yang mandiri, produktif, dan inovatif dalam mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama, karena BUMDes bukan hanya untuk usaha tetapi untuk meningkatkan kemandirian desa.
Inisiatif ini menegaskan peran BUMDesa bukan hanya sebagai penggerak
ekonomi, tetapi juga sebagai pilar kemandirian desa yang mengoptimalkan potensi
pertanian jagung untuk kemakmuran jangka panjang. Melalui penyertaan modal Dana
Desa sebesar Rp 150.646.000 (20%
), program ketahanan pangan jagung
di Desa Pangyangan berhasil menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat
dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Bahkan, capaian produktivitas
lahan yang mencapai rata-rata 6,5–7 ton per hektare menjadi bukti keberhasilan
pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif kelompok tani serta pendampingan TPP Kecamatan Pekutatan, usaha budidaya jagung BUMDesa Dwi Buana Amertha mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara Dana Desa, potensi lokal, inovasi, dan kelembagaan desa dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar