DENPASAR, Upaya meningkatkan
kualitas pendampingan desa terus dilakukan Tenaga Pendamping Profesional (TPP)
Provinsi Bali. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Format Pemanfaatan
Dana Desa (DD) Tahun 2026 dan penanganan kendala penggunaan aplikasi eHDW
melalui HDW Helpdesk yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting,
Selasa (9/6/2026) pukul 13.00 Wita.
Kegiatan ini diikuti oleh PIC
Pemanfaatan Dana Desa, PIC eHDW, serta Pendamping Desa se-Bali. Narasumber
tunggal dalam kegiatan tersebut adalah Made Adi Parmadi selaku Tenaga Ahli
Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Bali. Mengawali pemaparannya, Adi Parmadi
menyampaikan sosialisasi Format Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026 yang telah
dilengkapi data hasil unduhan dari aplikasi SiDD melalui simulasi pengisian.
Menurutnya, format tersebut dirancang untuk mempermudah para pendamping dalam
melakukan pembaruan data penggunaan Dana Desa Tahun 2026 secara lebih cepat,
akurat, dan terstandar. “Dengan format yang telah terintegrasi dengan data
hasil unduhan SiDD, proses pembaruan data penggunaan Dana Desa menjadi lebih
mudah dilakukan oleh para pendamping di lapangan,” jelasnya. Peserta tampak antusias mengikuti sesi
pertama yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab terkait teknis
penginputan serta mekanisme pelaporan pemanfaatan Dana Desa.
Pada sesi kedua, Adi Parmadi
membahas berbagai permasalahan yang kerap dihadapi pendamping dalam penggunaan
aplikasi eHDW. Ia menegaskan bahwa peran TPP dalam aplikasi eHDW berada pada
layanan HDW Helpdesk sebagai sarana penanganan kendala dan konsultasi pengguna.
Melalui simulasi penggunaan HDW Helpdesk, peserta diberikan pemahaman mengenai
tata cara penyampaian laporan kendala, mekanisme tindak lanjut, hingga proses
monitoring penyelesaian masalah yang dihadapi pengguna aplikasi. Suasana
diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan
peserta terkait kendala teknis maupun operasional aplikasi eHDW.
Menutup kegiatan, Adi Parmadi
menyampaikan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang menjadi target capaian
seluruh pendamping dalam mendukung optimalisasi penggunaan Dana Desa Tahun 2026
dan pelaksanaan pelaporan eHDW. Ia berharap seluruh peserta dapat segera
menindaklanjuti hasil sosialisasi sehingga kualitas data, pelaporan, serta
pendampingan desa di Bali semakin baik dan mampu mendukung terwujudnya
pembangunan desa yang tepat sasaran dan berbasis data.
“Kunci keberhasilan bukan hanya
pada aplikasi atau format yang digunakan, tetapi pada komitmen bersama untuk
memastikan data yang dilaporkan akurat, tepat waktu, dan dapat
dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Adi Parmadi






