Selasa, 05 Mei 2026
Sorotan Lensa PLD Pupuan, Kegiatan Sanitasi Pemukiman dari Dana Desa 2026
Senin, 04 Mei 2026
Dari Lensa TPP, Pembangunan Desa Bicara Lewat Video
Dengan gaya khas reporter
entertainment, video-video ini tidak hanya menampilkan data dan capaian, tetapi
juga menghadirkan emosi, dinamika, dan suara warga. Kamera bergerak mengikuti
aktivitas di lapangan, mulai dari proses pembangunan yang didanai Dana Desa,
geliat ekonomi melalui BUMDes, hingga penguatan Ketahanan pangan dan Koperasi desa Merah Putih (KDMP).
Semua dirangkai dalam narasi yang ringan, komunikatif, namun tetap informatif.
Menariknya, pendekatan ini juga
menjadi strategi baru dalam publikasi. Tidak hanya berhenti di dokumentasi
internal, hasil-hasil pembangunan desa kini dipublikasikan secara luas melalui
berbagai kanal digital. Website dan blogspot desa hingga tingkat kecamatan,
kabupaten, dan provinsi menjadi etalase informasi. Sementara itu, media sosial
seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga platform X dimanfaatkan untuk
memviralkan konten, menjadikan pembangunan desa sebagai cerita yang layak
ditonton dan dibanggakan.
Video komentar dan reportase TPP
pun bertransformasi menjadi alat monitoring yang efektif. Setiap visual, setiap
narasi, menjadi bukti nyata bahwa pendampingan berjalan. Bukan hanya angka
dalam laporan, tetapi potret nyata perubahan di lapangan.
Dengan semangat kolaboratif,
setiap kecamatan didorong untuk menghadirkan satu video terbaiknya. Tak hanya
itu, peran PIC Media di tingkat kabupaten dan provinsi juga menjadi kunci dalam
mengkurasi dan memperkuat gaung publikasi ini. Harapannya, akan lahir
konten-konten inspiratif yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu
menggerakkan dan membangun kepercayaan publik terhadap kerja-kerja pendampingan
desa.
Di era digital ini, TPP tidak
lagi hanya bekerja di balik layar. Mereka kini hadir di depan kamera menjadi
storyteller pembangunan desa. Dan dari Bali, cerita-cerita itu mulai bergema,
menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan sekadar program, melainkan perjalanan
nyata yang bisa dilihat, dirasakan, dan dibagikan kepada dunia.
#TPPKerjaBerdampak
Adi Parmadi
Kamis, 30 April 2026
Kolaborasi TPP, Tema Rakor Kabupaten Jembrana
Menjelang penghujung April 2026, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Jembrana menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Vila Kaliakah Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi penguatan antar TPP”.
Rakor dihadiri seluruh TPP
Kabupaten Jembrana yang berjumlah 22 orang yang dibuka oleh Korkab Jembrana,
Supriono, yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan rakor. Ia menegaskan
pentingnya kolaborasi antar TPP sebagai ruang menyamakan langkah, memperkuat
sinergi, serta memastikan setiap pendampingan berjalan sesuai target. “Rakor
ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kerja lapangan sekaligus menyusun
langkah strategis ke depan agar pendampingan semakin efektif dan dirasakan
manfaatnya oleh desa,” ujarnya. Kemudian dilanjutkan penyampaian hal hal yang
menjadi prioritas dari setiap TAPM Kab.
Selanjutnya, Korprov Bali, Kadek
Suardika, dalam arahannya menekankan
bahwa pendamping tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, namun harus
mampu menghadirkan perubahan nyata melalui peningkatan kualitas layanan,
percepatan program, dan penguatan kapasitas desa. Serta setiap ada penugasan
medsos selalu LKS ( Like, Koment & Share )
Materi penguatan berikutnya
disampaikan TAPM Provinsi Bali, Adi Parmadi. Melalui blogspot TPP Provinsi
dijelaskan mulai dari pengelolaan media desa ( Blogspot, penugasan LKS dan
memviralkan konten melalui media sosial Fb, IG, Tiktok & X ), pemantauan
konvergensi stunting melalui eHDW, pemeringkatan
BUMDes, pengisian Indeks Desa, SDGs hingga tata kelola dana desa yang akuntabel
dan tepat sasaran yang diselingi diskusi setiap ada kendala dalam
pelaksanaannya. Menurutnya, seluruh bidang tersebut harus dijalankan dengan
pendekatan hasil, bukan sekadar rutinitas. “TPP perlu memastikan setiap program
memiliki output yang jelas dan outcome yang dirasakan langsung masyarakat
desa,” katanya.
Rakor ditutup dengan penegasan
kembali dari Korkab Jembrana agar seluruh TPP menjadikan kolaborasi antar TPP sebagai budaya kerja. Dengan pendampingan yang
profesional dan terarah, diharapkan desa-desa di Jembrana semakin maju,
mandiri, dan semakin berdaya dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Adi Parmadi
Selasa, 28 April 2026
Seminar Ilmiah “Pembangunan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal”
I Dewa Made Darma Setiawan dalam paparannya
menjelaskan peran penting Tenaga
Pendamping Profesional dalam mendukung pembangunan desa, serta menguraikan
pengertian dan ruang lingkup pembangunan desa secara komprehensif. Selain itu,
dibahas pula strategi pengembangan ekonomi lokal/desa dengan Badan Usaha Milik
Desa (BUM Desa) sebagai motor penggerak utama ekonomi desa. Keberadaan koperasi
desa juga disinggung sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi desa yang
inklusif dan berkelanjutan.
Seminar ini diharapkan dapat
memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai
pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mendorong pembangunan desa dan
pengembangan ekonomi lokal yang berdaya saing. Diakhir seminar,
dihadiahkan 2 buah buku kepada
narasumber yang diserahkan langsung oleh Koordinator Program Studi Agibisnis,
karya Prof. Dr. Dewa Putu Oka Suardi,
dan Prof Dr. Gede Pitana.
Darma Setiawan
Indeks Desa "Mengukur Kemajuan Desa Secara Komprehensif"
Pembangunan desa kini tidak lagi diukur hanya dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri, atau besarnya anggaran yang terserap. Kemajuan desa membutuhkan ukuran yang lebih utuh, menyentuh kualitas hidup masyarakat, daya saing ekonomi, kelestarian lingkungan, hingga kemampuan pemerintah desa dalam melayani warganya. Di sinilah Indeks Desa hadir sebagai indikator tunggal untuk mengukur capaian pembangunan desa di Indonesia.
Mulai tahun 2025, Indeks Desa
hadir dengan kerangka kerja baru yang lebih komprehensif. Pengukuran tidak
hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menilai kualitas hidup
masyarakat desa dari berbagai sisi, mulai dari layanan dasar, sosial, ekonomi,
lingkungan, aksesibilitas hingga tata kelola pemerintahan desa.
Dalam kebijakan nasional, Indeks
Desa diposisikan sebagai instrumen penting dalam RPJMN 2025–2029 dan Rencana
Kerja Pemerintah (RKP). Hasil pengukuran ini digunakan sebagai dasar
penghitungan Alokasi Dana Desa, sekaligus menjadi alat evaluasi kinerja
pembangunan desa setiap tahunnya.
Pelaksanaan Indeks Desa 2026, dilakukan secara detail dan melibatkan berbagai unsur di desa.
Tercatat terdapat 466 isian kuisioner Indeks Desa serta 1.445 isian kuisioner
Isu Desa dan Perdesaan yang menjadi sumber data utama. Jumlah ini menunjukkan
bahwa pengukuran dilakukan secara serius dengan pendekatan berbasis fakta
lapangan. Selain kuisioner utama, tersedia pula Template Indeks Desa yang
memuat data pendukung seperti Rumah
Tidak Layak Huni (RTLH). Sementara pada Template Isu Desa, pengumpulan
informasi menyasar persoalan strategis seperti Petugas Desa dan LKD, Musyawarah
Desa, KPM Posyandu, RT belum berlistrik, BUM Desa dan BUM Desa Bersama, hingga
data Pekerja Migran Indonesia.
Adi Parmadi
Senin, 27 April 2026
Tingkatkan Kapasitas KPM & Admin Desa , DPMD PDKB Klungkung Gelar Pelatihan eHDW
Klungkung. Guna meningkatkan kapasitas KPM & Admin Desa dalam pemetaan, pendataan sasaran, pemantauan, dan pelaporan melalui aplikasi eHDW, DPMDPDKB Kabupaten Klungkung menggelar Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Senin (27/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA dilaksanakan di Ruang Rapat Praja Mandala dan diikuti oleh KPM dan admin desa dari 3 Kecamatan di Kabupaten Klungkung.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ibu
Luh De Ariani, SE ( JF PSM ), mewakili Kepala DPMDPDKB Kabupaten Klungkung.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat
pemahaman peserta terhadap penggunaan aplikasi eHDW, khususnya dalam mendukung
pemetaan, pendataan, serta pemantauan sasaran pembangunan manusia di desa. Disampaikan
juga agar pelayanan yang diberikan desa kepada sasaran sinergi dengan pelaporan
pada eHDW.
Materi inti pelatihan selanjutnya
disampaikan oleh Made Adi Parmadi selaku PIC Sosial Budaya/TAPM Provinsi Bali.
Dalam paparannya, setelah penyampaian capaian konvergensi stunting triwulan
pertama di kabupaten klungkung, dilanjutkan dengan penjelasan tugas KPM dan
Admin Desa dalam pemetaan, pendataan, validasi data, hingga
pemantauan konvergensi stunting dalam aplikasi eHDW. Dalam paparan materi juga
diisi simulasi penggunaan aplikasi eHDW sebagai bentuk praktik langsung agar
lebih memahami teknis operasional di lapangan.
Pada penutupan, Luh De Ariani, SE
( JF PSM) kembali menegaskan agar
seluruh materi yang telah diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, namun
benar-benar diaplikasikan di masing-masing desa dan jika ada kendala agar
selalu berkoordinasi dengan pendamping di kab Klungkung. Melalui pelatihan ini, diharapkan peran KPM
semakin optimal dalam mendukung percepatan pembangunan manusia, pencegahan
stunting, serta penguatan kualitas data desa sehingga skor konvergensi desa triwulan kedua
ada peningkatan.
Adi Parmadi
Minggu, 26 April 2026
TPP Kerja Berdampak, Publikasi Desa Jadi Kunci Membangun Citra Positif Desa
Agenda Bidang Media tahun 2026
menegaskan komitmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk menghadirkan
kerja pendampingan yang lebih berdampak melalui peningkatan kualitas dan
kuantitas layanan kepada desa. Salah satu fokus utama diarahkan pada
pengelolaan media sebagai sarana publikasi keberhasilan pembangunan desa secara
luas dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, TPP didorong aktif memfasilitasi pemerintah desa dalam membuat dan mempublikasikan berbagai informasi strategis. Mulai dari penggunaan Dana Desa, perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga aktivitas dan kemajuan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), seluruh capaian desa diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan informatif.
Berita yang telah diterbitkan melalui website/blogspot desa agar direpost ke blogspot milik TPP. Selanjutnya, informasi tersebut disebarluaskan kembali melalui akun media sosial masing-masing pendamping seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X dengan selalu mencantumkan mention dan hastag berupa @BpsdmKemendesa @DesaPesonaNusantara @KaryadesaBerdaya, #TPPKerjaBerdampak #BangunDesaBangunIndonesia sehingga jangkauan informasi semakin luas dan mampu membangun citra positif desa. Jadi “Kerja-kerja desa harus terlihat. Ketika pembangunan berjalan baik, masyarakat juga perlu mengetahui capaian tersebut melalui media yang dikelola secara positif dan konsisten.
TPP diharapkan tidak hanya
menjadi pendamping administratif, tetapi juga motor penggerak informasi desa
yang produktif, kreatif, dan adaptif sehingga berdampak bagi masyarakat. Dengan
keberadaan pendamping yang memenuhi aspek kualitas dan
kuantitas (TPP Kerja Berdampak), melalui kerja nyata maka akan terlihat
hasilnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
@DesaPesona Nusantara
@Karyadesa Berdaya
#TPPKerjaBerdampak
#BangunDesaBangunIndonesia
Adi Parmadi
Sorotan Lensa PLD Pupuan, Kegiatan Sanitasi Pemukiman dari Dana Desa 2026
Adi Pranata PLD Kec Pupuan Kab Tabanan Bali melaporkan bersama pemerintah desa melakukan monitoring dan opname pelaksanaan kegiatan peningk...
-
(Dalam Perspektif Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014) Pendahuluan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menegaskan bahwa de...
-
Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar ...






