TAPM Pusat dan TAPM
Provinsi mengikuti kegiatan Sarasehan
Online Penggunaan eHDW yang dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini
menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman sekaligus mencari solusi atas berbagai
kendala yang dihadapi pengguna dalam implementasi aplikasi eHDW di lapangan.
Setelah pengarahan dari Kornas, kegiatan dilanjutkan
dengan pembahasan inventarisasi berbagai permasalahan yang masih sering ditemui
dalam penggunaan aplikasi. Beberapa isu yang mengemuka antara lain kendala akun
pengguna, permasalahan input data pemetaan, data sasaran yang tidak sesuai,
kendala penginputan layanan, hingga validasi skor dan pelaporan. Forum ini
menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah sekaligus sarana untuk memperoleh
solusi yang lebih cepat dan tepat.
Pada sesi berikutnya, narasumber
dari tim pusat memaparkan secara rinci fitur terbaru HDW Helpdesk, sebuah
layanan yang dirancang untuk membantu pengguna eHDW dalam menyelesaikan
berbagai kendala teknis maupun administratif. Melalui fitur ini, pengguna dapat
mengajukan tiket bantuan sesuai jenis permasalahan yang dihadapi, melampirkan
dokumen pendukung, serta memantau proses penanganan secara berjenjang.
Dalam penjelasannya disampaikan
bahwa mekanisme penanganan permasalahan dimulai dari tingkat kabupaten/kota,
kemudian dapat diteruskan ke tingkat provinsi, dan selanjutnya ke tingkat
nasional apabila permasalahan belum dapat diselesaikan pada level sebelumnya.
Sistem ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan penyelesaian masalah
secara berjenjang sehingga setiap permasalahan dapat ditangani lebih efektif.
Selain itu, HDW Helpdesk juga
dilengkapi fitur komunikasi dua arah melalui ruang percakapan (chat) antara
pelapor dan petugas penanganan. Pengguna dapat mengirimkan informasi tambahan
maupun dokumen pendukung untuk mempercepat proses penyelesaian. Setelah masalah
terselesaikan, pelapor juga dapat memberikan penilaian terhadap kualitas
layanan yang diterima sebagai bahan evaluasi dan peningkatan mutu layanan ke
depan.
Dalam sesi tanya jawab, peserta
mengusulkan agar akses pengajuan tiket nantinya dapat dibuka hingga tingkat
desa. Menanggapi hal tersebut, tim pusat menjelaskan bahwa saat ini mekanisme
masih difokuskan melalui kabupaten/kota dan provinsi agar proses penyaringan
dan pendampingan dapat berjalan lebih efektif. Namun demikian, pengembangan
sistem ke depan tetap terbuka sesuai kebutuhan dan kesiapan implementasi di
lapangan.
Sarasehan ini sekaligus menjadi
pengingat bahwa keberhasilan pelaksanaan aksi konvergensi stunting tidak hanya
ditentukan oleh kualitas data, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam
memanfaatkan teknologi dan sistem pendukung yang tersedia. Dengan hadirnya HDW
Helpdesk, diharapkan berbagai kendala penggunaan eHDW dapat ditangani lebih
cepat, terdokumentasi dengan baik, serta menjadi bahan pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas pendampingan di seluruh daerah.
Melalui semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, eHDW diharapkan semakin mampu mendukung pencapaian target konvergensi stunting, memperkuat peran pendamping di lapangan, dan mewujudkan layanan yang lebih efektif bagi masyarakat desa.
Adi Parmadi






