Rakor dibuka oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) Badung,
Made Dana, yang dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas pendamping desa
dalam menjawab tantangan pembangunan desa yang semakin dinamis. Ia juga
mendorong seluruh TPP untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan, khususnya
pada pemeringkatan Bumdes/Bumdesma, pengelolaan media informasi, dan pemantauan konvergensi stunting.
Agenda pertama diisi dengan peningkatan kapasitas terkait
pemeringkatan BUMDes yang disampaikan oleh Darma Setiawan, PIC BUMDes Provinsi serta Pic Bumdes kab made Dana.
Materi disampaikan secara aplikatif dan diselingi praktik langsung, sehingga
peserta dapat memahami teknis penilaian dan indikator pemeringkatan.
Selanjutnya, sesi kedua Adi Parmadi, PIC
Pengelolaan data dan informasi serta Pengembangan Sosbud Provinsi, yang
menyampaikan materi mengenai pengelolaan media desa dan aplikasi eHDW. Dalam
paparannya ditegaskan agenda pengelolaan media tahun 2026 sebagai sarana
publikasi pembangunan desa, transparansi informasi, serta penguatan citra
positif desa di ruang digital.
Selain itu, Adi Parmadi bersama I Gusti Ngurah Anom Putra selaku Pic Sosbud Kab, peserta diberikan penguatan terkait pemantauan konvergensi percepatan penurunan stunting melalui aplikasi eHDW. Pendamping desa diminta aktif memfasilitasi pemerintah desa dalam pemutakhiran data, koordinasi lintas sektor, serta memastikan intervensi stunting berjalan tepat sasaran.
Suasana rakor berlangsung interaktif melalui sesi diskusi,
tanya jawab, dan berbagi pengalaman lapangan antarpendamping. Berbagai
persoalan teknis yang dihadapi di desa dibahas bersama guna menemukan solusi
yang efektif dan cepat.
Kegiatan ditutup oleh Korkab Made Dana. Ia berharap hasil
rakor ini segera diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan sehingga
pendampingan desa di Kabupaten Badung semakin berdampak, profesional, dan
responsif terhadap kebutuhan masyarakat desa.
Adi Parmadi








.jpg)
