Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 22 Mei 2026

Kluster Bangli–Klungkung Tingkatkan Kapasitas TPP, Perkuat Pengelolaan Data Desa dan Pengembangan BUMDes


Kegiatan peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) kembali dilaksanakan guna memperkuat kualitas pendampingan desa di wilayah Bali. Kamis, 21 Mei 2026, Rakor Kluster  dipusatkan di Kantor Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli  diikuti oleh seluruh TPP Kabupaten Bangli dan Klungkung. Rapat koordinasi dibuka langsung oleh Kabid DPMD Kabupaten Bangli yang dalam arahannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pendamping desa agar mampu menjawab tantangan pengelolaan program pembangunan desa yang semakin dinamis, terutama dalam mendukung tata kelola data dan pembangunan ekonomi desa

Sesuai agenda Rakor, Sesi pertama diisi oleh Adi Parmadi selaku TAPM Provinsi Bali. Materi disampaikan dan kemas secara interaktif melalui platform Blogspot “1 Layar TPP Bali” yang memuat berbagai kebutuhan pendampingan desa dalam satu akses terpadu. Pada sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembahasan teoritis, namun juga simulasi dan praktik langsung terkait penginputan penggunaan Dana Desa Tahun 2026 melalui SiDD (Sistem Dana Desa). Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait penginputan dan pemanfaatan data Indeks Desa, eHDW, serta SDGs Desa sebagai instrumen penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan desa dan pengelolaan media sosial.

Usai istirahat siang, kegiatan dilanjutkan pada sesi kedua yang dibawakan oleh Dewa Made Darma Setiawan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya  pemeringkatan dan legalitas badan hukum BUMDes sebagai pondasi penguatan ekonomi desa. Tak hanya itu, materi juga mengulas strategi pengembangan BUMDes dan penguatan ekonomi lokal Bali berbasis potensi desa. Pendekatan kolaboratif dan inovatif dinilai menjadi kunci agar BUMDes mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Menjelang penutupan kegiatan, sesi ketiga diisi oleh Kadek Suardika ( Korprop Bali )  yang menyampaikan materi bertajuk “TPP Kerja Berdampak”. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberadaan TPP harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan desa, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan ekonomi desa. 

Melalui kegiatan kluster ini juga di ulas oleh Kadek Suardika tentang fungsi TPP sesuai Kepmedes 294/2025 meliputi 4 si diantaranya  fungsi Fasilitasi, Edukasi, Mediasi & Advokasi dan juga  diharapkan sinergi antar TPP di Kabupaten Bangli dan Klungkung semakin kuat, sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

#TPPKerjaBerdampak

Adi Parmadi

Kebijakan Pemerintah Desa Mendukung Kerjasama Desa, TPS3R dan Petani

Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan, Pertanian Berkelanjutan
serta Menanggulangi Masalah Sampah

Kerjasama antara Pemerintah Desa, BUM Desa, TPS3R, Subak dan petani menjadi salah satu strategi penting dalam membangun desa yang mandiri, sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan penguatan sektor pertanian desa melalui sistem pertanian regeneratif yang ramah lingkungan.

Pemerintah Desa berperan sebagai pengarah kebijakan, fasilitator program untuk demplot dan bekerja sama dengan pihak ke-3 untuk mendukung pendanaan awal. BUM Desa menjadi penggerak usaha desa yang menghubungkan hasil pertanian dengan pasar, sekolah, toko organik dan masyarakat. TPS3R berfungsi mengelola sampah organik menjadi kompos atau pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.

Disisi lain, Di sisi lain, Subak dan petani regeneratif menjalankan praktik pertanian berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia serta memanfaatkan pupuk organik hasil pengolahan TPS3R. Hasil panen berupa gabah sehat kemudian diproses menjadi beras sehat yang dipasarkan melalui unit usaha BUM Desa.

Melalui pola kerjasama ini, desa tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menciptakan ekonomi sirkular desa, mengurangi volume sampah, meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.


I Dewa Made Darma Setiawan

Kamis, 21 Mei 2026

Agenda Menentukan Arah: Kunci Sukses Rapat Koordinasi yang Efektif dan Produktif

Rapat koordinasi merupakan salah satu instrumen penting dalam organisasi maupun lembaga masyarakat untuk menyatukan persepsi, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan merumuskan tindak lanjut kegiatan. Agenda rapat dipandang sebagai “peta jalan” (road map) yang menentukan arah, fokus, serta hasil yang ingin dicapai dalam sebuah rapat koordinasi. Tanpa agenda yang jelas, rapat cenderung berjalan tidak terarah, melebar dari topik utama, dan berpotensi membuang waktu serta sumber daya organisasi.

Agenda rapat adalah daftar pokok pembahasan, tujuan, waktu, serta urutan materi yang akan dibicarakan dalam rapat. Agenda menjadi alat pengendali agar seluruh peserta memahami tujuan rapat dan dapat mempersiapkan diri sebelum rapat berlangsung.

Pentingnya Agenda dalam Rapat Koordinasi : Memberikan Arah dan Fokus Pembahasan, Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Waktu, Membantu Persiapan Peserta, Mendukung Pengambilan Keputusan, Mempermudah Pengendalian dan Evaluasi Rapat

Beberapa manfaat nyata agenda dalam pelaksanaan rapat koordinasi antara lain: Menciptakan Rapat yang Lebih Tertib,  Mengurangi Konflik dan Tumpang Tindih Pembahasan, Meningkatkan Partisipasi Peserta, Memudahkan Penyusunan Notulensi dan Tindak Lanjut serta Memperkuat Koordinasi Antar bagian. Sebaliknya, rapat tanpa agenda dapat menimbulkan beberapa masalah seperti: pembahasan tidak fokus, durasi rapat terlalu panjang, rendahnya partisipasi peserta, keputusan tidak jelas, minim tindak lanjut, hingga munculnya persepsi bahwa rapat hanya membuang waktu.

Jadi, Agenda merupakan unsur fundamental dalam pelaksanaan rapat koordinasi. Agenda berfungsi sebagai pedoman utama yang menentukan arah, fokus, efektivitas, dan hasil rapat. Agenda tidak hanya membantu pengaturan waktu dan alur diskusi, tetapi juga meningkatkan partisipasi peserta, kualitas keputusan, serta efektivitas koordinasi organisasi.

Dalam konteks pendampingan, sehingga tidak ada yang susah dalam melakukan pendampingan , pengelolaan data  dan informasi pembangunan , jika apa yang disampaikan dan dibahas dalam rakor dapat dipahami  dan dapat dilaksanakan. 

"Selamat Hari Kebangkitan Nasional", Pendamping Desa GARDA TERDEPAN Pengungkit Kemajuan dan Kemandirian Desa

#TPPKerjaBerdampak

Adi Parmadi

Rabu, 20 Mei 2026

Sembung, Launcing Koperasi Desa Merah Putih

16 Mei 2026, Perbekel Sembung beserta  Perangkat Desa dan Staf menghadiri acara Launcing KDMP ( Koperasi Desa Merah Putih ) Desa Sembung yang berlokasi di Banjar Tegal Desa Sembung. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur Bali dan Bapak Bupati Badung.Semoga KDMP Desa Sembung dapat memberikan mamfaat kepada masyarakat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan pelayanan secara sistematis dan cepat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi melalui koperasi, modernisasi manajemen sistim perkoperasian, menekan harga di tingkat konsumen, meningkatkan harga di tingkat petani hingga nilai tukar petani , menekan pergerakan tengkulak, memperpendek rantai pasok, meningkatkan inklusi keuangan, dan menekan kemiskinan ekstrem. Selengkapnya Klik Desa Sembung


Selasa, 19 Mei 2026

Evaluasi Pemanfaatan Dana Desa 2025, Bali kembangkan Aplikasi SiDD untuk Pelaporan Dana Desa 2026

Selasa, 19  Mei 2026 dilaksanakan kegiatan zoom meeting evaluasi data pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun 2025 yang diikuti oleh 18 provinsi. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam mengevaluasi realisasi penggunaan Dana Desa sekaligus memperkuat langkah percepatan penyaluran Dana Desa Tahun 2026

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Direktur FPDD yang menekankan pentingnya percepatan penyaluran DD 2026, penyampaian praktik-praktik baik pemanfaatan Dana Desa, serta percepatan penyampaian laporan pemanfaatan DD 2025. Dalam arahannya disampaikan bahwa hingga saat ini data laporan yang masuk secara nasional baru mencapai sekitar 70 persen sehingga seluruh provinsi diminta mempercepat proses pelaporan dan validasi data.

Selanjutnya, ruang zoom dibagi menjadi dua kelompok, dimana masing-masing ruang diisi oleh sembilan provinsi untuk mempermudah jalannya pemaparan dan pendalaman materi evaluasi.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi Bali melalui PIC Pemanfaatan DD, Adi Parmadi, menyampaikan paparan terkait laporan realisasi pemanfaatan Dana Desa Tahun 2025 di Bali. Paparan dimulai dari gambaran pagu Dana Desa, penggunaan DD berdasarkan tagging SDGs Desa, tagging prioritas kegiatan, tagging kategori kegiatan, hingga tagging jenis kegiatan. Selain itu turut disampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan beserta rekomendasi perbaikan dalam pengelolaan Dana Desa ke depan.

Dalam paparannya, Bali menyampaikan dalam pengelolaan dan pelaporan pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026 dilakukan secara  digital melalui pengembangan aplikasi sistem Dana Desa. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir kesalahan input data, mempercepat proses pelaporan, serta memungkinkan rencana dan realisasi penggunaan Dana Desa dipantau secara realtime. Selain itu, sistem digital tersebut juga diharapkan dapat memudahkan para pendamping desa dalam melakukan penginputan data dan monitoring pelaksanaan kegiatan di desa.

Berdasarkan hasil analisa penggunaan Dana Desa Tahun 2025 di Bali, sebagian besar pemanfaatan Dana Desa masih difokuskan pada sektor kesehatan. Hal tersebut terlihat dari data penggunaan berdasarkan SDGs Desa, dimana kegiatan terbanyak berada pada SDGs 3 “Desa Sehat dan Sejahtera” dengan total 5.141 kegiatan.  Sementara itu, berdasarkan tagging prioritas kegiatan, penggunaan Dana Desa paling banyak diarahkan pada kegiatan penanganan stunting dengan jumlah 4.113 kegiatan. Kondisi serupa juga terlihat pada kategori kegiatan, dimana kategori kegiatan stunting menjadi yang terbanyak dengan 4.101 kegiatan dari total 14.468 jenis kegiatan yang tercatat.

Mengakhiri paparannya, Provinsi Bali menampilkan dokumentasi foto-foto kegiatan pemanfaatan Dana Desa Tahun 2025 berdasarkan kategori kegiatan, serta video pelaksanaan kegiatan di desa-desa sebagai bentuk gambaran nyata pemanfaatan Dana Desa di lapangan.

Kegiatan zoom meeting hari ini ditutup dengan penyampaian bahwa untuk provinsi-provinsi yang belum mendapatkan kesempatan melakukan pemaparan akan melanjutkan presentasi pada pertemuan esok hari.

Adi Parmadi



Minggu, 17 Mei 2026

Bumdes Rasa Resort, Desa Sayan Menginspirasi.

BUMDes Desa Sayan membuktikan bahwa desa juga mampu naik kelas, mengelola potensi wisata secara mandiri dan berdaya saing. “Ketika desa berani membangun aset produktif sendiri, maka masa depan ekonomi desa tidak lagi bergantung pada bantuan, tetapi tumbuh dari kekuatan dan kearifan lokalnya.”

Langkah Desa Sayan ini menjadi inspirasi bahwa pariwisata Bali juga bisa dimiliki dan dikelola oleh desa untuk kesejahteraan masyarakatnya sendiri.

#AyoPublikasikanPraktekBaikDesa
#TPPKerjaBerdampak

Baca selengkapnya : Bali Express

Selasa, 12 Mei 2026

Dari Desa Mambang, TPP Tabanan Perkuat Penguasaan Aplikasi Desa Berbasis Digital


Desa Mambang, Selasa (12/5/2026), Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tabanan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) cluster antar kecamatan yang diikuti TPP dari lima kecamatan di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kapasitas pendamping desa, khususnya dalam penguasaan aplikasi pendukung pembangunan dan pelaporan desa berbasis digital.

Setelah Rakor dibuka oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) TPP Kabupaten Tabanan dilanjutkan penyampaian materi pertama dari  Darma Setiawan yang memberikan penguatan terkait pengembangan Bisnis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam pemaparannya, ditekankan bagaimana melakukan pengembangan  BUMDes dan ekonomi lokal di bali ( smart sustainable village economy ) 

Sesi berikutnya Adi Parmadi ( TAPM Prov ) mengupas tuntas tentang  aplikasi SiDD. Aplikasi SiDD merupakan inovasi PIC Pembangunan Bali difokuskan pada pengenalan fitur dan  cara penginputan penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Setelah pengenalan aplikasi  peserta langsung diajak praktik penginputan secara mandiri guna memastikan setiap TPP memahami alur dan mekanisme penggunaan aplikasi secara tepat. Setelah itu dilakukan  penguatan tujuh template hasil unduhan dari aplikasi Indeks Desa. Seusai  istirahat siang dilanjutkan dengan pembahasan aplikasi eHDW yang meliputi fitur HDW Learning, HDW Pendataan, serta HDW Monitoring. Menariknya, ketiga aplikasi tersebut  dikemas dalam tampilan blogspot TPP Bali sehingga lebih mudah diakses oleh para pendamping desa di lapangan.

Melalui rakor cluster ini, diharapkan pendamping desa menguasai aplikasi-aplikasi pendukung tersebut sehingga mampu meningkatkan kualitas pendampingan, akurasi data desa, serta efektivitas pengawalan pembangunan desa di Bali.

Adi Parmadi

Kluster Bangli–Klungkung Tingkatkan Kapasitas TPP, Perkuat Pengelolaan Data Desa dan Pengembangan BUMDes

Kegiatan peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) kembali dilaksanakan guna memperkuat kualitas pendampingan desa di wilaya...