Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Senin, 05 Januari 2026

Tantangan Dana Desa dan Komitmen Desa cegah stunting

Menurunnya anggaran Dana Desa tahun 2026 menjadi kenyataan yang harus dihadapi banyak desa. Penyesuaian pagu membuat pemerintah desa kembali menghitung ulang prioritas pembangunan. Di tengah keterbatasan itu, satu hal yang tidak boleh ikut berkurang adalah komitmen desa dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia desa. Anak yang tumbuh tidak optimal hari ini akan menghadapi tantangan besar di masa depan—baik dalam pendidikan, produktivitas, maupun daya saing. Karena itu, meski Dana Desa menurun, tanggung jawab desa terhadap pencegahan stunting tidak boleh surut.

Keterbatasan anggaran seharusnya mendorong desa lebih cermat dan tepat sasaran. Intervensi stunting tidak selalu membutuhkan biaya besar. Penguatan Posyandu, pendampingan ibu hamil, pemantauan balita berisiko, edukasi gizi keluarga, serta perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan melalui optimalisasi kader dan kolaborasi lintas sektor.

Data menjadi kunci utama. Dengan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara by name by address, desa dapat mengarahkan bantuan dan layanan secara lebih efektif. Setiap rupiah Dana Desa digunakan untuk keluarga yang benar-benar membutuhkan, sehingga efisiensi anggaran tetap berjalan tanpa mengorbankan tujuan pembangunan manusia.

Di banyak desa, keterbatasan anggaran justru melahirkan inovasi. Gerakan jemput layanan kesehatan, dapur sehat berbasis pangan lokal, serta sinergi desa dengan Puskesmas, PKK, dan unsur masyarakat menjadi contoh bahwa upaya penurunan stunting dapat terus berjalan dengan biaya yang terukur namun berdampak nyata.

Dana Desa 2026 boleh menurun, tetapi keberpihakan desa kepada anak-anak tidak boleh berkurang. Desa adalah garda terdepan pembangunan manusia. Dalam kondisi apa pun, memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui angka dalam APBDes.

Karena pada akhirnya, desa yang kuat bukan hanya desa yang membangun jalan dan gedung, tetapi desa yang menjaga masa depan generasinya




Penulis
Admiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Desa Desa di Bali Gelar berbagai kegiatan Semarakan Hari Desa Nasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar ...