Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 31 Oktober 2025

Dari Praktek Baik Desa untuk Indonesia Maju

 

Pemanfaatan Dana Desa di Bali menunjukkan wajah pembangunan yang semakin inovatif dan berakar pada kearifan lokal. Dari ujung barat di Jembrana hingga ujung timur di Karangasem, berbagai praktek baik bermunculan sebagai bentuk nyata kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian desa terhadap warganya.

Hasil inventarisasi praktik baik tahun 2025 menggambarkan semangat desa-desa di Bali untuk tidak sekadar membelanjakan Dana Desa, tetapi menggunakannya sebagai investasi sosial menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.

Kabupaten Jembrana menunjukkan komitmen kuat pada sektor ketahanan pangan dengan 6 praktik baik yang dilaporkan dari 5 kecamatan. Meski demikian, masih terbuka ruang besar untuk menggali dan mengembangkan inovasi desa di bidang lain, agar potret pembangunan desa di Jembrana menjadi lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan..

Kabupaten Tabanan dengan jumlah praktek baik sebanyak 22 praktek baik yang tersebar di 10 kecamatan, menunjukkan keragaman inovasi dan keseimbangan sektor pembangunan desa, dengan dominasi praktek baik pada bidang ketahanan pangan dan layanan kesehatan dasar. Meski demikian, potensi ekonomi desa melalui Bumdesa serta penguatan proklim dan padat karya masih bisa lebih dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat desa.

Kabupaten Badung dengan, menampilkan awal yang baik dalam keberagaman inovasi desa, meski masih terbatas pada 7 praktek baik. Fokus pada ketahanan pangan, ekonomi desa, dan layanan dasar menjadi fondasi kuat yang bisa dikembangkan lebih luas. Dengan potensi wisata dan teknologi yang tinggi, Badung berpeluang besar menjadi contoh praktek baik terpadu antara ekonomi, budaya, dan inovasi digital di Bali.

Kabupaten Gianyar dengan 13 praktek dari 7 kecamatan, memperlihatkan keragaman dan keseimbangan dalam inovasi desa, dengan praktek baik yang merata di bidang ketahanan pangan, wisata, kesehatan, padat karya, dan teknologi. Cerminan ini menggambarkan semangat desa-desa di Gianyar yang terus berinovasi dengan memadukan nilai budaya dan kemajuan zaman. Dengan memperkuat sektor ekonomi dan lingkungan, Gianyar berpotensi menjadi contoh desa berdaya, berbudaya, dan berinovasi di Bali..

Kabupaten Klungkung saat ini baru mencatat dua praktek baik di sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Meskipun jumlahnya masih sedikit, hal ini menunjukkan fokus awal pada kebutuhan dasar masyarakat desa. Dengan potensi wilayah yang besar dan semangat kolaborasi desa, Klungkung memiliki peluang besar untuk memperluas inovasi menuju desa yang sehat, tangguh pangan, dan berdaya ekonomi di masa mendatang.

Kabupaten Bangli dari total 6 praktek baik yang dilaporkan yang tersebar di 4 kecamatan  , lima di antaranya fokus pada penguatan pangan dan satu di sektor wisata. Hal ini menunjukkan arah pembangunan desa di Bangli yang berbasis kemandirian, ketahanan, dan inovasi lokal, menjadi contoh nyata bagaimana dana desa mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kabupaten Karangasem menunjukkan kinerja yang inklusif dan progresif dalam pemanfaatan dana desa. Dengan total 18 praktek baik yang tersebar di 8 kecamatan, Karangasem menegaskan diri sebagai daerah yang kaya inovasi dan memiliki fondasi kuat dalam membangun kemandirian desa. Fokus pada ketahanan pangan, kesehatan, Bumdesa, dan wisata desa menjadi pilar utama yang merefleksikan arah pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Buleleng  dari  9 kecamatan dengan total 19 praktek baik terlapor. Fokus utama pada ketahanan pangan, BLT Desa, dan padat karya menunjukkan arah pembangunan yang berpihak pada masyarakat kecil, menjaga stabilitas ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja lokal. Dengan memperluas inovasi ke sektor wisata dan teknologi informasi, Buleleng berpeluang besar menjadi contoh kabupaten dengan desa tangguh dan berdaya saing berkelanjutan di Provinsi Bali.

Kota Denpasar ke  4 kecamatan dengan 11 praktek baik yang terlaporkan, menunjukkan partisipasi penuh dan variasi praktik baik yang cukup berimbang, dengan kekuatan pada ketahanan pangan dan ekonomi desa (Bumdesa dan Padat Karya). Ke depan, penting untuk memperluas inovasi pada bidang teknologi, lingkungan, dan sosial, agar praktik baik lebih komprehensif dan berkelanjutan

Provinsi Bali dari 56 kecamatan hampir seluruh kecamatan di Bali ( 95% ) berpartisipasi aktif dalam pengiriman praktik baik, dengan berbagai kategori kegiatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Kategori ketahanan pangan mendominasi dengan 40 praktik baik ( 39% ) dari 103 total praktek baik yang terlaporkan, mencerminkan prioritas daerah dalam memperkuat kemandirian pangan, pengelolaan pertanian, dan ketahanan ekonomi desa pasca-pandemi. Kedepan perlu didorong  Kategori praktek  baik yang masih rendah, seperti Proklim (lingkungan) hanya 1 kegiatan (1%) dan Pemanfaatan TI hanya 4 kegiatan (4%), Padahal keduanya penting dalam mendorong transformasi digital dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Penulis/Admin

Adi Parmadi

Selasa, 28 Oktober 2025

Sumpah Pemuda, Kiprah Pendamping membangun Indonesia dari Desa



Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa. Regulasi ini menegaskan arah baru pendampingan desa, tidak sekadar administratif, tetapi berjiwa pemberdayaan, berbasis data, dan berorientasi pada pencapaian SDGs Desa

Namun, jika kita menengok lebih dalam, semangat yang menggerakkan para pendamping desa sejatinya sama dengan semangat yang menggema pada 28 Oktober 1928, hari lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu Bahasa,  Indonesia. Kini, semangat itu hidup kembali dalam bentuk lain, satu tujuan, satu tekad, dan satu semangat untuk memajukan desa

Pendamping Desa. Sesuai Kepmendes PDTT No. 294 Tahun 2025, pendamping desa adalah tenaga profesional yang membantu pemerintah desa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan, sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Mereka hadir dalam berbagai jenjang dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), hingga Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) di kabupaten, provinsi, dan pusat.

Mereka bukan sekadar fasilitator teknis, tetapi juga penggerak sosial, pendidik partisipasi, dan penyemai semangat kebersamaan. Mereka memastikan bahwa musyawarah desa berjalan demokratis, bahwa perencanaan RPJMDes dan RKPDes berpihak pada masyarakat, dan bahwa setiap rupiah Dana Desa membawa manfaat yang nyata.

Sumpah Pemuda. Jika para pemuda 1928 berikrar untuk menyatukan bangsa, maka para pendamping desa hari ini berikrar untuk mempersatukan langkah membangun Indonesia dari desa. Dengan Semangat “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa” Pendamping desa adalah wujud nyata dari nilai Sumpah Pemuda,  mereka bekerja lintas suku, lintas budaya, dan lintas wilayah, menyatukan semangat Indonesia dalam setiap kegiatan pendampingan.

Bangun Desa Bangun Indonesia. Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan. Kepmendes 294/2025 menegaskan hal serupa: pendampingan yang terkoordinasi, profesional, dan partisipatif adalah kunci keberhasilan pembangunan desa. Di tangan para pendamping desa, nilai-nilai kebangsaan itu diterjemahkan menjadi tindakan:

  • Menghidupkan musyawarah desa sebagai wujud demokrasi.
  • Menggerakkan ekonomi rakyat melalui BUMDesa.
  • Menguatkan ketahanan pangan dan iklim.
  •  Menumbuhkan kader desa dan pemimpin lokal yang berintegritas.

Mereka bekerja tanpa pamrih, menjahit asa di antara realitas. Mereka adalah pewaris semangat Sumpah Pemuda di era pembangunan desa.

Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia 

Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025”.


Penulis/Admin

Adi Parmadi



Minggu, 26 Oktober 2025

Percepatan Musdesus, Langkah Strategis Desa Dukung Pengembalian Pinjaman KDMP

 

“Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia” Semboyan ini kembali menemukan maknanya lewat gebrakan baru Kementerian Desa PDT di tahun 2025: percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk persetujuan dukungan pengembalian pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah ini bukan sekadar administrasi, tetapi momentum lahirnya kemandirian ekonomi desa berbasis koperasi.

Konteks Kebijakan, Sinergi Pusat dan Desa

Melalui Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor 8 Tahun 2025, desa didorong untuk segera melaksanakan Musdesus sebagai bentuk tindak lanjut dari Permendes PDT Nomor 10 Tahun 2025 tentang mekanisme persetujuan kepala desa dalam pembiayaan KDMP, serta PMK Nomor 49 Tahun 2025 tentang tata cara pinjaman dalam rangka pendanaan KDMP/KKMP. Tujuannya jelas: memberikan landasan hukum agar pemerintah desa dapat mendukung pengembalian pinjaman KDMP secara transparan dan terukur dengan dukungan Dana Desa maksimal 30% per tahun.

KDMP, Pilar Ekonomi Gotong Royong

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah badan usaha yang beranggotakan warga satu desa dengan semangat kebersamaan. KDMP berfungsi memperkuat ekonomi lokal melalui kegiatan seperti pengadaan sembako, klinik dan apotek desa, pergudangan, logistik, hingga usaha simpan pinjam. Melalui regulasi terbaru, KDMP dapat mengakses pinjaman dari bank-bank Himbara hingga Rp3 miliar dengan bunga ringan dan masa tenggang enam bulan. Namun, kunci utama dari semua proses itu adalah persetujuan Musdesus sebagai wujud legitimasi sosial dan akuntabilitas desa.

Peran Musdesus, Menyepakati dan Mengikat

Musdesus bukan sekadar forum formalitas, tetapi ruang demokrasi desa untuk menelaah rencana bisnis KDMP, membahas kemampuan keuangan desa, dan menyepakati dukungan pembayaran cicilan pinjaman. Hasil Musdesus menjadi dasar bagi kepala desa untuk memberikan persetujuan pinjaman dan menetapkan perubahan RKPDes serta APBDes. Inilah bentuk nyata otonomi desa yang produktif—keputusan diambil dari, oleh, dan untuk masyarakat desa.

Dukungan Dana Desa, Investasi untuk Kemakmuran

Sesuai Permendes 10/2025, pemerintah desa dapat memberikan dukungan pengembalian pinjaman maksimal 30% dari pagu Dana Desa tiap tahun. Sebagai timbal balik, KDMP wajib memberikan imbal jasa minimal 20% dari laba bersih kepada pemerintah desa yang akan masuk sebagai pendapatan sah desa. Skema ini bukan beban, melainkan investasi sosial yang berputar: Dana Desa membantu KDMP, KDMP memperkuat ekonomi warga, dan keuntungannya kembali ke kas desa.

TPP sebagai Penggerak di Lapangan

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) kini menjadi ujung tombak dalam memastikan Musdesus terlaksana di setiap desa. TPP berperan membantu desa memahami regulasi, dan berkoordinasi dengan kepala desa untuk menyampaikan kepada KDMP untuk menyiapkan proposal bisnis KDMP yang akan dibahas pada saat musdesus, hingga mengawal perubahan RKP dan APBDes agar sejalan dengan ketentuan peraturan yang berlaku  serta melaporkan progress musdesus melalaui form perencanaan desa thn 2025 dan 2026. Sampai saat ini kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana tercepat menuntaskan pelaksanaan musdesus di Bali. Kolaborasi  Dinas PMD dan Dinas Koperasi juga menjadi kunci agar pelaksanaan Musdesus berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing

Percepatan Musdesus bukan sekadar prosedur administratif, tetapi gerakan kolektif untuk memperkuat basis ekonomi desa melalui koperasi yang sehat, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat. Dengan semangat gotong royong, KDMP diharapkan menjadi motor ekonomi lokal menuju desa mandiri, maju, dan sejahtera.


Penulis/Admin

Adi Parmadi

Rabu, 22 Oktober 2025

KOLABORASI UNTUK PERCEPATAN MUSDESUS KOPDES MERAH PUTIH

 

Menindaklanjuti Surat Edaran 8 tahun 2025 ,Surat dari Dinas PMD Provinsi Bali serta surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat  dan Desa  Kabupaten Tabanan Nomor : 414.2/1771/DPMD  tentang percepatan Musyawarah   Desa Khusus untuk persetujuan dukungan pengembalian pinjaman  Koperasi Desa Merah Putih, maka dilakukan Rapat koordinasi yang bertempat di Ruang rapat Kantor Camat Selemadeg Kabupaten Tabanan Propinsi Bali yang dipimpin oleh Camat Kec.Selemadeg, I Wayan Budhiarsana,S.STP,MSi. Unsur yang hadir I Ketut Suardika dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ,  Dinas Koperasi Kab.Tabanan, TAPM Kabupaten Tabanan, Pendamping Desa,Pendamping Lokal Desa Kecamatan Selemadeg, Perbekel  Desa Sekecamatan Selemadeg dan Ketua Koperasi Desa Merah Putih SeKec.Selemadeg..Hadir pula Business Assistanst (BA)  dan Project Manager Officer (PMO). Pertemuan ini merupakan kolaborasi pihak terkait untuk upaya percepatan Musdesus Koperasi Desa Merah Putih.

Koordinator TAPM Kabupaten Tabanan menyampaikan Musdessus wajib dilaksanakan di tahun 2025. Ada 3 poin yang menjadi pembahasan dalam Musdessus sesuai dengan SE 8 Tahun 2025 yaitu :

1.Mendengarkan dan mempelajari Rencana Usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Rencana Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kepada Bank

2.Membahas dan menyepakati dukungan Pembayaran cicilan Pengembalian Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi dasar persetujuan Perbekel menerbitkan Surat Persetujuan Rekomendasi Penjaminan Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

3.Membahas rekomendasi  yang mendorong  seluruh masyarakat desa menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP).

Dinas Koperasi menyampaikan bahwa di  kabupaten Tabanan sudah ada SK penunjukan Business Assistants (BA) sebanyak 13  orang.Tugas Diskop memetakan penugasan di masing – masing wilayah KDMP.

Wayan Artajaya Utama  sebagai Business Assistanst di Kec.Selemadeg dan Ari Sadewa selaku  Koordinator BA yang disebut  Project Manager Officer (PMO). Tugasnya adalah Mendampingi untuk menyusun Proposal Bisnis  serta fasilitasi Percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih. Musdessus  dilakukan setelah KDMP  menyusun Proposal Bisnis.Rencana Kerja Tindak Lanjut setelah rapat koordinasi ini dijadwalkan  dilakukan peningkatan kapasitas KDMP dalam menyusun proposal bisnis sebelum dilakukan Musyawarah Desa Khusus.Tim Pendamping Desa siap membersamai Musdesus Koperasi Desa Merah Putih.

“Sewa Glamping karyawannya sangat manis

Glamping disewa dengan  harga khusus

Pendamping kopdes fasilitasi  Rencana Bisnis

Pendamping Desa membersamai musdessus”


Penulis 

Ni Made Wiraseni,ST (TAPM Kab.Tabanan)


Selasa, 21 Oktober 2025

Cerita IST Blogspot TPP Kecamatan di Kabupaten/Kota se-Bali


Pelaksanaan In Service Training (IST) Pembuatan dan Pengelolaan Blogspot bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Provinsi Bali menjadi pengalaman berharga dalam upaya memperkuat kemampuan publikasi kegiatan pendampingan di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara maraton di sembilan kabupaten/kota selama bulan Oktober 2025 setelah dilakukan IST di tingkat provinsi  yang dilaksanakan  selasa 7 oktober 2025 di kab badung di ikuti oleh seluruh PIC Media Kabupaten

IST di tingkat kabupaten dimulai dari Kabupaten Bangli pada Kamis, 9 Oktober 2025, dilanjutkan di Kabupaten Karangasem pada Jumat, 10 Oktober 2025, kemudian ke Kabupaten Tabanan pada Senin, 13 Oktober 2025, Kabupaten Badung pada Selasa, 14 Oktober 2025, Kabupaten Gianyar pada Rabu, 15 Oktober 2025, Kabupaten Jembrana pada Kamis, 16 Oktober 2025, Kota Denpasar pada Jumat, 17 Oktober 2025, dan terakhir di Kabupaten Buleleng pada Senin, 20 Oktober 2025. Sementara itu, di Kabupaten Klungkung, kegiatan IST dilakukan secara mandiri pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan IST di setiap kabupaten disinergikan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakor Kab) yang diikuti oleh seluruh TPP. Selain pembelajaran pembuatan blogspot, Rakor juga membahas Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Musdesus untuk Persetujuan Dukungan Pengembalian Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih.

Cerita dan Tantangan di Lapangan

Dari pelaksanaan IST di sembilan kabupaten/kota tersebut, banyak cerita menarik dan pengalaman berharga yang muncul dari para TPP. Meski sebelumnya telah disiapkan video tutorial dan panduan praktis, ternyata tidak semua TPP dapat langsung memahami cara pembuatan dan pengelolaan blogspot. Tingkat pemahaman dan kemampuan teknis sangat beragam—tergantung pada fashion dan pengalaman digital masing-masing TPP.

Dalam setiap sesi IST, selain pemaparan teori, dilakukan pula simulasi langsung untuk memastikan peserta benar-benar bisa membuat dan mengelola blogspot secara mandiri. Namun demikian, hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis tutorial dan simulasi saja belum cukup. Diperlukan pendampingan lanjutan secara langsung melalui metode On the Job Training (OJT) di tingkat kecamatan agar hasilnya benar-benar optimal.

Hasil Pemantauan dan Pembelajaran

Dari hasil pemantauan terhadap blogspot di berbagai kecamatan, hampir seluruh wilayah di Bali telah menuntaskan pembuatan blogspot kecamatan masing-masing. Hanya di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung yang masih perlu pendampingan lebih lanjut.

Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa tidak semua TPP mampu memahami pembelajaran hanya melalui video tutorial atau simulasi daring. Proses belajar akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara blended learning, yaitu menggabungkan pembelajaran virtual dengan tatap muka langsung di lapangan.

Kesimpulan

Dari pengalaman melaksanakan IST Pembuatan Blogspot di sembilan kabupaten/kota se-Bali, dapat disimpulkan bahwa:

  • Tingkat literasi digital TPP sangat bervariasi sehingga pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan.
  • Metode blended learning, menggabungkan tutorial daring, simulasi, dan praktek lapangan, terbukti paling efektif.
  • Pendampingan langsung melalui OJT di tingkat kecamatan masih diperlukan untuk memastikan seluruh TPP mampu mengelola blogspot sebagai sarana publikasi kegiatan pendampingan desa.

Kegiatan ini 
tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi informasi dan transparansi kerja TPP di Bali melalui tulisan yang dapat dipublikasi media online yang dimiliki oleh masing masing kecamatan berupa blogspot TPP Kecamatan. Melalui blogspot, hasil kerja pendampingan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi ruang belajar bersama antarpendamping di seluruh provinsi.


Penulis/Admin
Adi Parmadi


Minggu, 19 Oktober 2025

Gumbrih Bangkit dengan Ketahanan Pangan

Desa Gumbrih berada di Kecamatan Pekutatan Kab Jembrana kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil pemutakhiran data SDGs Desa tahun 2025, Desa Gumbrih berhasil mencatat total skor SDGs Desa sebesar 80,32, dengan skor Tujuan SDGs 2 “Desa Tanpa Kelaparan” mencapai 75,25. menjadikan Desa Gumbrih meraih total skor SDGs tertinggi di Bali.

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa Desa Gumbrih konsisten menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dari Tahun ke Tahun, Gumbrih Tak Pernah Berhenti Berinovasi

Upaya menjaga ketahanan pangan di Desa Gumbrih bukan hal yang baru. Pemerintah desa telah menyiapkan langkah-langkah konkret yang terus berkembang dari tahun ke tahun, menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Tahun 2023, program ketahanan pangan difokuskan pada pengembangan tanaman hortikultura berupa terong dan cabai. Program ini dikelola langsung oleh pemerintah desa dengan melibatkan kelompok masyarakat. Selain memperkuat ketersediaan sayur-mayur segar di tingkat rumah tangga, kegiatan ini juga meningkatkan pendapatan warga melalui hasil panen yang dijual di pasar lokal

Tahun 2024, giliran ayam potong menjadi fokus utama. Melalui program ini, desa tak hanya memperluas sumber pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di bidang peternakan.

Tahun 2025, langkah inovatif pun diambil dengan mengembangkan tanaman jagung yang dikelola oleh BUMDes Catu Graha Mandiri. Jagung menjadi pilihan strategis karena bisa digunakan untuk konsumsi masyarakat sekaligus sebagai bahan pakan ternak. Artinya, Gumbrih mulai membangun rantai pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ketahanan Pangan, Kunci Desa Tanpa Kelaparan

Tujuan SDGs 2 ( Desa Tanpa Kelaparan ) menekankan pentingnya ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan. Nah, program ketahanan pangan di Desa Gumbrih terbukti menyentuh semua aspek itu.

  • Dari sisi ketersediaan, masyarakat tak lagi khawatir kekurangan sumber pangan karena desa punya stok dari hasil ternak dan pertanian.
  • Dari sisi akses, masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan melalui kelompok ternak dan BUMDes, sehingga ada tambahan penghasilan untuk membeli kebutuhan lain.
  • Dari sisi pemanfaatan, program ini meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi pangan lokal — dari daging hingga sayuran dan hasil kebun.

Tak heran jika skor SDGs Tujuan 2 Desa Gumbrih mencapai 75,25. Capaian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal makan, tetapi juga soal kemandirian dan kesejahteraan.

Sinergi yang Menguatkan

Program ketahanan pangan di Desa Gumbrih adalah hasil sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes. Setiap pihak punya peran penting:

  • Pemerintah desa menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran,
  • BUMDes Catu Graha Mandiri menjadi motor penggerak ekonomi pangan,
  • Masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga semangat gotong royong.

Model kolaborasi inilah yang membuat Desa Gumbrih tetap tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.

Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan

Berdasarkan capaian Indeks Desa ( ID ) tahun 2025, desa Gumbrih termasuk Desa Mandiri dengan skor 91,02. Capaian SDGs Desa Gumbrih tahun 2025 bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari langkah besar menuju desa mandiri dan berkelanjutan. Melalui inovasi ketahanan pangan yang terus diperkuat setiap tahun, Desa Gumbrih telah menunjukkan bahwa desa mampu menjadi pusat ketahanan pangan lokal yang menghidupi masyarakatnya sendiri serta dengan semangat kerja keras dan gotong royong, Gumbrih terus menanam benih harapan  dari ketahanan pangan babi, ayam, hingga jagung demi masa depan desa tanpa kelaparan.


Penulis/Admin

Adi Parmadi

Sabtu, 18 Oktober 2025

Mendes Yandri Susanto Masuk 3 Besar Menteri Terbaik Versi Survei SPIN

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,  (Mendes PDT) Yandri Susanto  menempati posisi ketiga dalam daftar menteri terbaik berdasarkan survei terbaru yang dirilis lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN). Hasil survei ini ramai diberitakan oleh berbagai media online dan menjadi perbincangan publik di media sosial.

Mengutif dari news.detik.com   Dalam survei yang dilakukan pada 1-9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9 persen, menempati posisi ketiga di bawah Abdul Mu'ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) dengan 67,5 persen dan Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) dengan 67,3 persen.

Sejumlah analis menilai, capaian ini tidak lepas dari berbagai program Kemendes PDTT yang menyentuh langsung masyarakat desa, seperti penguatan BUMDes, peningkatan kapasitas pemerintahan desa, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Selain itu, publik juga menilai Yandri mampu mengoordinasikan berbagai program lintas kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa, terutama dalam konteks pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan antarwilayah

Capaian Yandri Susanto dalam survei ini menempatkannya sejajar dengan jajaran menteri yang dianggap paling efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh kunci dalam percepatan pembangunan desa di era Prabowo-Gibran.


Penulis/Admin

Adi Parmadi

Rabu, 15 Oktober 2025

Pengaruh Vidio Tutorial terhadap Ketrampilan

Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara seseorang memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Salah satu bentuk inovasi dalam pembelajaran adalah penggunaan video tutorial. Media ini terbukti memiliki  pengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan karena mampu menggabungkan aspek visual, audio, dan praktik langsung dalam satu kesatuan pembelajaran yang interaktif


Senin, 13 Oktober 2025

12 Rencana Aksi Kemendesa 2025

 


Pembangunan desa adalah fondasi dari pembangunan nasional. Desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal tetapi juga pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan secara menyeluruh.

Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah meluncurkan 12 rencana aksi strategis yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.

"Astacita keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan. Implementasi Astacita tersebut menuntut kita untuk lebih fokus pada pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan."

Berikut 12 Rencana Aksi Kemendesa 2025 :



TPP Kabupaten Tabanan Antusias Ikuti IST Pembuatan Blogspot di TAPSA Desa Buruan

 

Tabanan, 13 Oktober 2025
– Suasana asri dan rindang di Taman Alas Permata Sari (TAPSA), Desa Buruan, Kecamatan Penebel, menjadi tempat yang inspiratif bagi pelaksanaan In Service Training (IST) Pembuatan Blogspot bagi seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tabanan pada Senin (13/10). Kegiatan ini menjadi ajang peningkatan kapasitas dalam pengelolaan media publikasi digital, sekaligus memperkuat transparansi informasi pembangunan desa di era digital.

Acara dibuka dengan pengantar dan arahan dari Koordinator Kabupaten (Korkab) Tabanan, yang menekankan pentingnya setiap pendamping desa memiliki kemampuan mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan melalui media daring. Dalam suasana hangat dan penuh semangat, peserta kemudian mengikuti sesi utama yang diisi oleh PIC Media Provinsi Bali, I Made Adi Parmadi, yang membawakan materi bertema “Pembuatan dan Pengelolaan Blogspot untuk Publikasi Pendampingan Desa.”

Dalam paparannya, Adi Parmadi menjelaskan langkah-langkah praktis mulai dari membuat blogspot menggunakan email baru yang disiapkan Kecamatan Kediri, kemudian melanjutkan ke tahap pengaturan tema dengan tampilan simpel dan profesional, serta menata header dan sidebar dengan menautkan website desa di setiap kecamatan dan blogspot kabupaten Tabanan.

Setelah sesi penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung. Setiap tim pendamping dari 10 kecamatan di Tabanan membuat blogspot masing-masing, menata tema, mengatur tata letak, serta menautkan situs-situs penting sebagai bentuk jaringan informasi publik desa. Usai blogspot selesai disusun, peserta juga berlatih menulis dan mempublikasikan berita perdana, yang diharapkan menjadi cikal bakal kanal informasi aktif dari tiap kecamatan.

Kegiatan IST berakhir tepat tengah hari dan ditutup dengan makan siang bersama, menciptakan suasana kebersamaan dan semangat kolaboratif antarpendamping. Melalui kegiatan ini, TPP Kabupaten Tabanan diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi digital desa, serta menjadikan blogspot sebagai media publikasi resmi yang menarik, informatif, dan berkelanjutan.


Penulis / Admin

Adi Parmadi

Selasa, 07 Oktober 2025

IST Pembuatan Blogspot, PIC Media Kabupaten Se-Bali Wujudkan Langkah Nyata Menuju Desa Digital

Badung, 7 Oktober 2025 — Bertepatan dengan Hari Bakti Pendamping Desa, seluruh PIC Media Kabupaten se-Bali mengikuti kegiatan In Service Training (IST) Pembuatan Blogspot yang dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung, di kawasan Puspem Badung. Kegiatan berlangsung selama setengah hari  dengan suasana penuh semangat dan kolaboratif.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Made Adi Parmadi, PIC Media Provinsi Bali, yang menjelaskan tentang Blogspot serta tujuan penggunaannya sebagai media publikasi digital bagi pendamping desa. Dalam penjelasannya, Adi menekankan bahwa Blogspot dapat menjadi wadah dokumentasi, promosi, dan komunikasi efektif antarpendamping, sekaligus ruang berbagi cerita dan praktik baik dari berbagai wilayah di Bali.

Usai penjelasan, para peserta langsung mengikuti simulasi dan praktik pembuatan Blogspot. Masing-masing PIC Media Kabupaten membuat blog TPP kabupaten dengan bimbingan langsung, mulai dari pengaturan tampilan, pembuatan konten, hingga publikasi posting pertama. Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan ide kreatif yang muncul dari peserta.

Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun rencana tindak lanjut untuk memberikan pelatihan serupa kepada para pendamping di tiap-tiap kabupaten. Setelah sesi IST selesai, dilanjutkan dengan kegiatan penautan blogspot kabupaten ke blogspot provinsi, yang nantinya akan diikuti oleh penautan blogspot kecamatan ke blog kabupaten. Pada tahap selanjutnya, pendamping desa akan memfasilitasi desa-desa, khususnya yang belum memiliki website, untuk membuat blogspot sebagai sarana publikasi. Setiap blog desa akan dihubungkan ke blog kecamatan, sehingga terbentuk jejaring digital yang saling terintegrasi dari tingkat desa hingga provinsi.

Mengakhiri kegiatan, seluruh peserta mengikrarkan semangat bersama:
“Mari wujudkan Desa Digital, di mana melalui Blogspot setiap desa memiliki jendela digital untuk berbagi cerita, potensi, dan kemajuan.”

Langkah ini menjadi simbol kecil namun signifikan menuju desa yang lebih terbuka, informatif, dan partisipatif dalam era digital.
Selamat Hari Bakti Pendamping Desa, 7 Oktober 2025


Penulis/Admin 

Adi Parmadi

Jumat, 03 Oktober 2025

Peningkatan Kapasitas KPM se-Kabupaten Bangli Dorong Optimalisasi Input Data eHDW

Bangli – Sebanyak 60 Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari seluruh desa di Kabupaten Bangli mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar pada Jumat, 3 Oktober 2025 di Gedung BMB, Kantor Bupati Bangli. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan KPM dalam pemetaan, pendataan/pemantauan, serta pelaporan konvergensi stunting melalui aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW). Sebagai tindak lanjut atas surat B-220/PDP.02.01/IX/2025 tentang  Laporan Kinerja Konvergensi Stunting Triwulan II-2025 dan Tindak Lanjut Peningkatan Capaian Kinerja Kabupaten/Kota.

 Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli yang dalam arahannya menekankan pentingnya peran KPM dalam mendukung percepatan penurunan stunting. “KPM adalah ujung tombak di desa, kualitas data yang diinputkan pada aplikasi eHDW sangat menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah,” tegasnya.

 Materi pertama disampaikan oleh PIC eHDW Kabupaten Bangli, Komang Sugiartha, yang memperkenalkan kembali peran, fungsi, dan tanggung jawab KPM dalam mendukung konvergensi stunting. Dilanjutkan dengan paparan teknis oleh PIC eHDW Provinsi Bali, Made Adi Parmadi, yang memandu peserta memahami alur inputan pemetaan, pendataan/pemantauan, serta mekanisme pelaporan pada aplikasi eHDW.

Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama saat sesi simulasi aplikasi dan praktik langsung penginputan yang dibantu oleh KPM Desa Demulih, Ni Wayan Budi Utami sebagai KPM berkinerja  baik. 

Dari proses bimbingan teknis ini, teridentifikasi sejumlah kendala yang kerap dialami KPM dalam penggunaan aplikasi, khususnya pada tahap penginputan data. Temuan tersebut akan dijadikan bahan rencana tindak lanjut bagi pendamping desa, admin desa, dan KPM.

 “Melalui bimtek ini, kita berharap konvergensi desa bisa berjalan lebih baik karena KPM semakin paham dalam menjalankan perannya,” ujar ibu Kabid yang membidangi stunting dalam  menutup kegiatan dengan penuh optimisme


Penulis/Admin

Adi Parmadi

MENDES PDT RESMIKAN GOR BUMDES GENTHA PERSADA TIBUBENENG

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Ba...