Pemanfaatan Dana Desa di Bali
menunjukkan wajah pembangunan yang semakin inovatif dan berakar pada kearifan
lokal. Dari ujung barat di Jembrana hingga ujung timur di Karangasem, berbagai
praktek baik bermunculan sebagai bentuk nyata kolaborasi, kreativitas, dan
kepedulian desa terhadap warganya.
Hasil inventarisasi praktik baik
tahun 2025 menggambarkan semangat desa-desa di Bali untuk tidak sekadar
membelanjakan Dana Desa, tetapi menggunakannya sebagai investasi sosial menuju
kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
Kabupaten Jembrana menunjukkan komitmen kuat pada sektor ketahanan pangan dengan 6 praktik baik yang dilaporkan
dari 5 kecamatan. Meski demikian, masih terbuka ruang besar untuk menggali dan
mengembangkan inovasi desa di bidang lain, agar potret pembangunan desa di
Jembrana menjadi lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan..
Kabupaten Tabanan dengan jumlah praktek baik sebanyak 22 praktek
baik yang tersebar di 10 kecamatan, menunjukkan keragaman
inovasi dan keseimbangan sektor pembangunan desa, dengan
dominasi praktek baik pada bidang ketahanan
pangan dan layanan
kesehatan dasar. Meski demikian, potensi ekonomi desa melalui
Bumdesa serta penguatan proklim dan padat karya masih bisa lebih dioptimalkan
untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat desa.
Kabupaten Badung dengan, menampilkan awal yang baik dalam keberagaman inovasi desa, meski masih terbatas pada 7
praktek baik. Fokus pada ketahanan pangan, ekonomi desa, dan layanan dasar
menjadi fondasi kuat yang bisa dikembangkan lebih luas. Dengan potensi wisata
dan teknologi yang tinggi, Badung berpeluang besar menjadi contoh praktek baik
terpadu antara ekonomi, budaya, dan inovasi digital di Bali.
Kabupaten Gianyar dengan 13 praktek dari 7 kecamatan, memperlihatkan
keragaman dan keseimbangan dalam inovasi desa, dengan
praktek baik yang merata di bidang ketahanan pangan, wisata, kesehatan, padat
karya, dan teknologi. Cerminan ini menggambarkan semangat desa-desa di Gianyar
yang terus berinovasi dengan memadukan nilai budaya dan kemajuan zaman. Dengan
memperkuat sektor ekonomi dan lingkungan, Gianyar berpotensi menjadi contoh desa berdaya, berbudaya, dan berinovasi di Bali..
Kabupaten Klungkung saat ini baru mencatat dua
praktek baik di sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Meskipun
jumlahnya masih sedikit, hal ini menunjukkan fokus awal pada kebutuhan dasar
masyarakat desa. Dengan potensi wilayah yang besar dan semangat kolaborasi
desa, Klungkung memiliki peluang besar untuk memperluas inovasi menuju desa
yang sehat, tangguh pangan, dan berdaya ekonomi di masa mendatang.
Kabupaten Bangli dari total 6 praktek baik yang dilaporkan yang
tersebar di 4 kecamatan , lima di
antaranya fokus pada penguatan pangan dan satu di sektor wisata. Hal ini
menunjukkan arah pembangunan desa di Bangli yang berbasis
kemandirian, ketahanan, dan inovasi lokal, menjadi contoh nyata
bagaimana dana desa mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat secara
berkelanjutan.
Kabupaten Karangasem menunjukkan kinerja yang inklusif dan progresif dalam pemanfaatan dana desa.
Dengan total 18 praktek baik yang tersebar di 8 kecamatan, Karangasem
menegaskan diri sebagai daerah yang kaya inovasi dan memiliki fondasi kuat
dalam membangun kemandirian desa. Fokus pada ketahanan pangan, kesehatan,
Bumdesa, dan wisata desa menjadi pilar utama yang merefleksikan arah
pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal dan kesejahteraan
masyarakat.
Kabupaten Buleleng dari 9 kecamatan dengan total 19 praktek baik
terlapor. Fokus utama pada ketahanan
pangan, BLT Desa, dan padat karya menunjukkan arah pembangunan
yang berpihak pada masyarakat kecil, menjaga stabilitas ekonomi, dan
menciptakan lapangan kerja lokal. Dengan memperluas inovasi ke sektor wisata
dan teknologi informasi, Buleleng berpeluang besar menjadi contoh kabupaten dengan desa tangguh dan berdaya saing berkelanjutan
di Provinsi Bali.
Kota Denpasar ke 4 kecamatan
dengan 11 praktek baik yang terlaporkan, menunjukkan partisipasi
penuh dan variasi praktik baik yang cukup berimbang, dengan
kekuatan pada ketahanan pangan dan ekonomi desa (Bumdesa dan Padat
Karya). Ke depan,
penting untuk memperluas inovasi pada bidang teknologi,
lingkungan, dan sosial, agar praktik baik lebih komprehensif
dan berkelanjutan
Provinsi Bali dari 56 kecamatan hampir seluruh kecamatan di Bali ( 95% ) berpartisipasi aktif dalam pengiriman praktik baik, dengan berbagai kategori kegiatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Kategori ketahanan pangan mendominasi dengan 40 praktik baik ( 39% ) dari 103 total praktek baik yang terlaporkan, mencerminkan prioritas daerah dalam memperkuat kemandirian pangan, pengelolaan pertanian, dan ketahanan ekonomi desa pasca-pandemi. Kedepan perlu didorong Kategori praktek baik yang masih rendah, seperti Proklim (lingkungan) hanya 1 kegiatan (1%) dan Pemanfaatan TI hanya 4 kegiatan (4%), Padahal keduanya penting dalam mendorong transformasi digital dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Penulis/Admin
Adi Parmadi

















