Namun, jika kita menengok lebih dalam, semangat yang menggerakkan para pendamping desa sejatinya sama dengan semangat yang menggema pada 28 Oktober 1928, hari lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu Bahasa, Indonesia. Kini, semangat itu hidup kembali dalam bentuk lain, satu tujuan, satu tekad, dan satu semangat untuk memajukan desa
Pendamping Desa. Sesuai Kepmendes PDTT No. 294 Tahun 2025, pendamping desa adalah tenaga profesional yang membantu pemerintah desa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan, sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Mereka hadir dalam berbagai jenjang dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), hingga Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) di kabupaten, provinsi, dan pusat.
Mereka
bukan sekadar fasilitator teknis, tetapi juga penggerak sosial, pendidik
partisipasi, dan penyemai semangat kebersamaan. Mereka memastikan bahwa
musyawarah desa berjalan demokratis, bahwa perencanaan RPJMDes dan RKPDes
berpihak pada masyarakat, dan bahwa setiap rupiah Dana Desa membawa manfaat
yang nyata.
Sumpah Pemuda. Jika para pemuda 1928 berikrar untuk menyatukan bangsa, maka para pendamping desa hari ini berikrar untuk mempersatukan langkah membangun Indonesia dari desa. Dengan Semangat “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa” Pendamping desa adalah wujud nyata dari nilai Sumpah Pemuda, mereka bekerja lintas suku, lintas budaya, dan lintas wilayah, menyatukan semangat Indonesia dalam setiap kegiatan pendampingan.
Bangun Desa Bangun Indonesia. Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan. Kepmendes 294/2025 menegaskan hal serupa: pendampingan yang terkoordinasi, profesional, dan partisipatif adalah kunci keberhasilan pembangunan desa. Di tangan para pendamping desa, nilai-nilai kebangsaan itu diterjemahkan menjadi tindakan:
- Menghidupkan musyawarah desa sebagai wujud demokrasi.
- Menggerakkan ekonomi rakyat melalui BUMDesa.
- Menguatkan ketahanan pangan dan iklim.
- Menumbuhkan kader desa dan pemimpin lokal yang berintegritas.
Mereka
bekerja tanpa pamrih, menjahit asa di antara realitas. Mereka adalah pewaris
semangat Sumpah Pemuda di era pembangunan desa.
Bangun
Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia
“Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025”.
Penulis/Admin
Adi Parmadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar