Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 31 Oktober 2025

Dari Praktek Baik Desa untuk Indonesia Maju

 

Pemanfaatan Dana Desa di Bali menunjukkan wajah pembangunan yang semakin inovatif dan berakar pada kearifan lokal. Dari ujung barat di Jembrana hingga ujung timur di Karangasem, berbagai praktek baik bermunculan sebagai bentuk nyata kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian desa terhadap warganya.

Hasil inventarisasi praktik baik tahun 2025 menggambarkan semangat desa-desa di Bali untuk tidak sekadar membelanjakan Dana Desa, tetapi menggunakannya sebagai investasi sosial menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.

Kabupaten Jembrana menunjukkan komitmen kuat pada sektor ketahanan pangan dengan 6 praktik baik yang dilaporkan dari 5 kecamatan. Meski demikian, masih terbuka ruang besar untuk menggali dan mengembangkan inovasi desa di bidang lain, agar potret pembangunan desa di Jembrana menjadi lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan..

Kabupaten Tabanan dengan jumlah praktek baik sebanyak 22 praktek baik yang tersebar di 10 kecamatan, menunjukkan keragaman inovasi dan keseimbangan sektor pembangunan desa, dengan dominasi praktek baik pada bidang ketahanan pangan dan layanan kesehatan dasar. Meski demikian, potensi ekonomi desa melalui Bumdesa serta penguatan proklim dan padat karya masih bisa lebih dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat desa.

Kabupaten Badung dengan, menampilkan awal yang baik dalam keberagaman inovasi desa, meski masih terbatas pada 7 praktek baik. Fokus pada ketahanan pangan, ekonomi desa, dan layanan dasar menjadi fondasi kuat yang bisa dikembangkan lebih luas. Dengan potensi wisata dan teknologi yang tinggi, Badung berpeluang besar menjadi contoh praktek baik terpadu antara ekonomi, budaya, dan inovasi digital di Bali.

Kabupaten Gianyar dengan 13 praktek dari 7 kecamatan, memperlihatkan keragaman dan keseimbangan dalam inovasi desa, dengan praktek baik yang merata di bidang ketahanan pangan, wisata, kesehatan, padat karya, dan teknologi. Cerminan ini menggambarkan semangat desa-desa di Gianyar yang terus berinovasi dengan memadukan nilai budaya dan kemajuan zaman. Dengan memperkuat sektor ekonomi dan lingkungan, Gianyar berpotensi menjadi contoh desa berdaya, berbudaya, dan berinovasi di Bali..

Kabupaten Klungkung saat ini baru mencatat dua praktek baik di sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Meskipun jumlahnya masih sedikit, hal ini menunjukkan fokus awal pada kebutuhan dasar masyarakat desa. Dengan potensi wilayah yang besar dan semangat kolaborasi desa, Klungkung memiliki peluang besar untuk memperluas inovasi menuju desa yang sehat, tangguh pangan, dan berdaya ekonomi di masa mendatang.

Kabupaten Bangli dari total 6 praktek baik yang dilaporkan yang tersebar di 4 kecamatan  , lima di antaranya fokus pada penguatan pangan dan satu di sektor wisata. Hal ini menunjukkan arah pembangunan desa di Bangli yang berbasis kemandirian, ketahanan, dan inovasi lokal, menjadi contoh nyata bagaimana dana desa mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kabupaten Karangasem menunjukkan kinerja yang inklusif dan progresif dalam pemanfaatan dana desa. Dengan total 18 praktek baik yang tersebar di 8 kecamatan, Karangasem menegaskan diri sebagai daerah yang kaya inovasi dan memiliki fondasi kuat dalam membangun kemandirian desa. Fokus pada ketahanan pangan, kesehatan, Bumdesa, dan wisata desa menjadi pilar utama yang merefleksikan arah pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Buleleng  dari  9 kecamatan dengan total 19 praktek baik terlapor. Fokus utama pada ketahanan pangan, BLT Desa, dan padat karya menunjukkan arah pembangunan yang berpihak pada masyarakat kecil, menjaga stabilitas ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja lokal. Dengan memperluas inovasi ke sektor wisata dan teknologi informasi, Buleleng berpeluang besar menjadi contoh kabupaten dengan desa tangguh dan berdaya saing berkelanjutan di Provinsi Bali.

Kota Denpasar ke  4 kecamatan dengan 11 praktek baik yang terlaporkan, menunjukkan partisipasi penuh dan variasi praktik baik yang cukup berimbang, dengan kekuatan pada ketahanan pangan dan ekonomi desa (Bumdesa dan Padat Karya). Ke depan, penting untuk memperluas inovasi pada bidang teknologi, lingkungan, dan sosial, agar praktik baik lebih komprehensif dan berkelanjutan

Provinsi Bali dari 56 kecamatan hampir seluruh kecamatan di Bali ( 95% ) berpartisipasi aktif dalam pengiriman praktik baik, dengan berbagai kategori kegiatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Kategori ketahanan pangan mendominasi dengan 40 praktik baik ( 39% ) dari 103 total praktek baik yang terlaporkan, mencerminkan prioritas daerah dalam memperkuat kemandirian pangan, pengelolaan pertanian, dan ketahanan ekonomi desa pasca-pandemi. Kedepan perlu didorong  Kategori praktek  baik yang masih rendah, seperti Proklim (lingkungan) hanya 1 kegiatan (1%) dan Pemanfaatan TI hanya 4 kegiatan (4%), Padahal keduanya penting dalam mendorong transformasi digital dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Penulis/Admin

Adi Parmadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENDES PDT RESMIKAN GOR BUMDES GENTHA PERSADA TIBUBENENG

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Ba...