Bimtek eHDW Tingkatkan Kapasitas KPM dan Admin Desa Kawal Konvergensi Stunting
Pagi
masih terasa dingin ketika deru sepeda motor memecah suasana By Pass Ngurah
Rai. Langit belum sepenuhnya terang saat perjalanan dari Denpasar menuju
Pelabuhan Kusamba, Kabupaten Klungkung Tepat pukul 08.00 Wita, boat Angkal
penyeberangan bergerak meninggalkan pelabuhan. Angin laut berembus pelan,
mengiringi perjalanan menuju pulau yang dikenal dengan bentang alam eksotisnya
itu. Namun pagi itu, tujuan utama bukan sekadar menikmati panorama laut,
melainkan menghadirkan penguatan kapasitas bagi para kader pembangunan manusia
(KPM) dan admin desa dari 16 desa se-Kecamatan Nusa Penida

Sesampainya di Kantor Camat Nusa Penida, para peserta telah
memenuhi ruang pertemuan. Semangat mereka tampak jelas, membawa harapan agar
pengelolaan data pembangunan manusia di desa semakin akurat dan terintegrasi. Kegiatan
dibuka oleh Ibu Luh De Ariani, SE, mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten
Klungkung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah
penting dalam memperkuat kapasitas desa, khususnya dalam penggunaan aplikasi
electronic Human Development Worker (eHDW). Menurutnya, aplikasi tersebut bukan
sekadar alat administrasi, tetapi instrumen strategis dalam mendukung pemetaan,
pendataan, serta pemantauan sasaran pembangunan manusia di desa, terutama dalam
upaya percepatan penurunan stunting. “Data yang baik akan melahirkan kebijakan
yang tepat. Karena itu, KPM dan admin desa memiliki tumnileperan penting memastikan
data di lapangan benar-benar valid dan terbarukan,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Adi Parmadi, Tenaga Ahli
Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Bali. Paparan diawali dengan
penyampaian capaian konvergensi stunting triwulan pertama di Kabupaten
Klungkung. Dari sana peserta diajak memahami pentingnya kolaborasi lintas
sektor dalam memastikan layanan kepada sasaran prioritas berjalan optimal. Tidak
hanya teori, peserta juga diberikan pemahaman teknis mengenai tugas KPM dan
admin desa, mulai dari proses pemetaan, pendataan keluarga sasaran, validasi
data, hingga pemantauan konvergensi stunting melalui aplikasi eHDW.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Sesekali peserta
mengangkat tangan menanyakan persoalan yang selama ini ditemui di lapangan.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan juga diisi simulasi penggunaan aplikasi
eHDW secara langsung. Praktik tersebut menjadi ruang belajar nyata agar peserta
semakin memahami teknis operasional saat kembali ke desa masing-masing. Selama
sesi praktik, para peserta turut didampingi oleh TAPM Kabupaten Klungkung.
Pendampingan langsung ini dinilai efektif mempercepat penyelesaian berbagai
kendala teknis yang dihadapi peserta, terutama terkait sinkronisasi data dan
penggunaan fitur aplikasi.
Menjelang penutupan, suasana diskusi berlangsung hangat.
Berbagai persoalan lapangan mengemuka, mulai dari tantangan pemutakhiran data
sasaran hingga kendala anggaran. Namun di balik itu, tersimpan optimisme bahwa
desa-desa di Nusa Penida terus bergerak memperkuat kualitas layanan pembangunan
manusianya.
Adi Parmadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar