BULELENG – Upaya meningkatkan
kualitas pengelolaan data sekaligus mempercepat penyelesaian pelaporan terus
dilakukan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Buleleng. Salah satunya
melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Penggunaan Dana Desa
(DD) Tahun 2026 dan Pendataan Sosial Budaya (Sosbud) yang digelar di Ruang
Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, senin 13
Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti TPP
dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Banjar. Bimtek
menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan pemahaman sekaligus memastikan
proses penginputan data berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan data yang
akurat. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Kabupaten (Korkab)
Buleleng Ni Wayan Wetini yang menekankan pentingnya ketelitian dan percepatan
penyelesaian pelaporan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendampingan
desa. Selanjutnya, peserta memperoleh pengarahan teknis dari PIC kegiatan
mengenai target penyelesaian serta mekanisme pelaksanaan pendataan.
Memasuki sesi utama, TAPM
Provinsi Bali, Adi Parmadi, memaparkan materi mengenai penginputan Penggunaan
Dana Desa Tahun 2026. Penyampaian materi diawali dengan evaluasi terhadap hasil
input yang telah dilakukan oleh masing-masing pendamping. Dari evaluasi
tersebut, sejumlah kendala teknis dan kesalahan pengisian dibahas secara
terbuka agar tidak kembali terulang.
Setelah evaluasi, peserta diajak
mengikuti simulasi pengeditan data serta proses penambahan input baru sesuai
kondisi riil di lapangan. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis,
tetapi langsung dipraktikkan melalui pendampingan langkah demi langkah sehingga
setiap peserta dapat memahami alur pengisian secara menyeluruh. Suasana bimtek
berlangsung interaktif ketika seluruh pendamping melakukan praktik langsung
menggunakan data desa masing-masing. Pendekatan tersebut terbukti efektif
karena selama kegiatan berlangsung terjadi peningkatan progres penginputan dari
sejumlah desa yang sebelumnya masih belum lengkap.
Usai sesi Penggunaan Dana Desa,
kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Pendataan Sosial Budaya (Sosbud). Tahapan
diawali dengan pengisian data menggunakan format Microsoft Excel sebagai dasar
validasi dan pengecekan kelengkapan data. Setelah seluruh data dipastikan
sesuai, peserta kemudian diarahkan melakukan penginputan ke Google Form sebagai
media pengumpulan data secara terintegrasi.
Melalui bimtek ini diharapkan
seluruh TPP memiliki pemahaman yang sama terhadap mekanisme penginputan
Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 maupun Pendataan Sosbud. Keseragaman pemahaman
tersebut menjadi kunci dalam menghasilkan data yang cepat, akurat, dan dapat
dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan desa.
Adi Parmadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar