Stunting rendah artinya jumlah anak-anak yang mengalami stunting (gambaran kurang gizi kronis) dalam suatu populasi relatif rendah dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak di bawah standar normal untuk usia dan jenis kelamin mereka, yang dapat disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi, atau faktor lainnya.
Bupati Klungkung bercerita di tahun 2021 denga prevalesi stunting 19,4% tertinggi di Bali dan mampu di turunkan menjadi 5,1% di tahun 2024. Ini dapat menjadi indikator bahwa program-program kesehatan dan gizi di Kabupaten Klungkung efektif dalam mengurangi stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak.
Salah satunya peran Desa sangat penting dalam penurunan stunting melalui konvergensi intervensi gizi spesifik dan sensitif. Pemerintah desa mengkoordinasikan program-program pencegahan stunting, seperti pemberian makanan tambahan, imunisasi, dan edukasi gizi, serta memantau pertumbuhan anak-anak. Konvergensi ini melibatkan koordinasi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat untuk memastikan pencegahan dan penanganan stunting secara efektif. Desa juga menggunakan dana desa untuk mendukung program-program pencegahan stunting, seperti penyediaan sarana sanitasi layak dan edukasi gerakan stop buang air besar sembarangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar