Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 23 Oktober 2026

Menjemput Data yang Akurat dari Desa, Kecamatan Negara Bimtek Admin dan Enumerator SDGs Desa

 


NEGARA – Data yang akurat adalah fondasi pembangunan yang tepat sasaran. Dengan keyakinan itu, Kecamatan Negara mengumpulkan admin desa dan enumerator dari delapan desa dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) SDGs Desa, Kamis (22/10/2026), di Aula Rapat Camat Negara, Kabupaten Jembrana.

Bimtek dibuka oleh Plt. Kepala Dinas PMD, PPPA, dan PPKB Kabupaten Jembrana, Putu Suarnita. Ditegaskan pentingnya data yang akurat sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat  digunakan dalam menyusun Rencana Jangka Menengah SDGs Desa bagi perbekel baru dalam menyusuan RPJMDes sesuai visi dan misi Perbekel.  Sedangkan Camat Negara, Gede Wariyana Prabawa,  memberikan pengarahan kepada peserta agar apa yang diperoleh dalam bimtek dapat diaplikasikan dilapangan dan disampaikan juga kecamatan Negara sebagai kecamatan pertama melakukan bimtek di kabupaten Jembrana. . Hadir pula Tenaga Profesional Pendamping (TPP) Kabupaten Jembrana. Mereka mendampingi kegiatan sejak tahap persiapan hingga bimtek terlaksana.

Pemateri tunggal dalam bimtek ini adalah PIC SDGs Provinsi Bali, I Made Adi Parmadi. Ia mengawali paparan dengan landasan regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes PDT) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Desa. Aturan ini menggantikan Permendes PDT Nomor 21 Tahun 2020 beserta perubahannya, yang dinyatakan tidak berlaku lagi. Pendataan desa dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap awal dan tahap pemutakhiran. Hasil pendataan tahap awal menjadi data dasar pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Data dasar tersebut wajib dimutakhirkan setiap enam bulan. Tanggung jawabnya berada di tangan kepala desa, dengan pelaksanaan oleh staf pendataan desa di bawah koordinasi sekretaris desa.

Adi Parmadi menjelaskan ada tiga peran kunci dalam melakukan pendataan dan pemutakhran. Admin desa bertugas menambah akun enumerator dan admin validator, memantau data, serta mengunduh hasil input kuesioner. Enumerator bekerja di garis depan, yakni menginput data baru dan mengedit data yang perlu diperbarui. Admin validator menjadi penjaga mutu, dengan kewenangan memberi izin edit serta memvalidasi hasil perubahan sebelum data dinyatakan sah. Alur kerja ini dipaparkan runtut, mulai dari input kuesioner individu dan pemutakhiran atau edit data hingga validasi. Peserta juga memperoleh gambaran perbandingan skor SDGs Desa di tingkat Kabupaten Jembrana dan Kecamatan Negara. Selain itu, mereka diperkenalkan pada fitur rekomendasi program yang dapat diakses melalui laman sid.kemendesa.go.id.

Setelah pemaparan, peserta langsung mempraktikkan alur kerja tersebut dalam sesi simulasi. Sesi dilanjutkan dengan diskusi yang membahas dua hal utama: strategi meningkatkan skor SDGs desa, serta kendala yang dihadapi desa dalam pendataan dan pemutakhiran. Peserta menyampaikan persoalan yang mereka temui di lapangan, lalu memperoleh masukan dan solusi dari narasumber.

Kegiatan ditutup dengan penegasan Sekretaris Camat Negara. Ia berharap materi dan pengalaman selama bimtek benar-benar meningkatkan pemahaman peserta. Pemahaman itu diharapkan berujung pada hasil pendataan dan pemutakhiran SDGs desa yang lebih baik di setiap desa.

Bagi delapan desa di Kecamatan Negara, bimtek ini menjadi bekal penting. Data yang dihimpun dengan benar dan diperbarui secara berkala akan menjadi pijakan perencanaan pembangunan desa ke depan.

Adi Parmadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjemput Data yang Akurat dari Desa, Kecamatan Negara Bimtek Admin dan Enumerator SDGs Desa

  NEGARA – Data yang akurat adalah fondasi pembangunan yang tepat sasaran. Dengan keyakinan itu, Kecamatan Negara mengumpulkan admin desa da...