Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Selasa, 01 September 2026

Si Bening Gadis Dalung Antar Desa Dalung Juara I Desa Berkinerja Baik P3S Provinsi Bali 2026



BADUNG — Inovasi sederhana yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat mengantarkan Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, meraih predikat Juara I Desa Berkinerja Baik (DBB) dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026.

Kunci keberhasilan Desa Dalung terletak pada inovasi Si Bening Gadis Dalung, kepanjangan dari Sistem Informasi Bebas Stunting Gerakan Dapur Inovatif Sehatkan Anak di Desa Dalung. Inovasi ini tidak sekadar mengandalkan aplikasi atau pendataan. Si Bening Gadis Dalung menggabungkan kekuatan data, pemantauan balita, edukasi keluarga hingga penyediaan makanan tambahan bergizi melalui Gerakan Dapur Inovatif Sehatkan Anak di Desa Dalung (Gadis Dalung). Konsep tersebut menjadi salah satu kekuatan Desa Dalung ketika harus bersaing dengan desa-desa terbaik lainnya dalam penilaian DBB P3S Provinsi Bali 2026.

Berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi Tim Verifikasi dan Validasi Tingkat Provinsi Bali, tiga desa ditetapkan sebagai nominasi terbaik, yakni Desa Dalung Kabupaten Badung, Desa Padangsambian Kelod Kota Denpasar, dan Desa Pitra Kabupaten Tabanan. Penilaian dilakukan melalui aspek administratif yang mencakup enam variabel penilaian, serta pendalaman terhadap inovasi yang dikembangkan masing-masing desa. Hasil akhirnya menempatkan Desa Dalung sebagai peringkat pertama, disusul Desa Padangsambian Kelod sebagai peringkat kedua, dan Desa Pitra Kabupaten Tabanan sebagai peringkat ketiga. Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 821/02-D/HK/2026 tentang Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.

Berawal dari Masalah di Posyandu

Keberhasilan Dalung tidak lahir secara tiba-tiba. Inovasi Si Bening Gadis Dalung dibangun dari persoalan yang ditemukan di lapangan. Inovasi Desa Dalung mencatat, kehadiran balita ke Posyandu sebelumnya belum optimal. Mobilitas penduduk yang tinggi, kesibukan orang tua bekerja, pemahaman mengenai manfaat Posyandu yang belum merata, serta terbatasnya komunikasi antara kader dan orang tua balita menjadi sejumlah tantangan.

Di sisi lain, deteksi dini terhadap risiko calon pengantin, ibu hamil dan balita juga belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan sasaran yang berisiko belum selalu mendapatkan penanganan secara tepat dan cepat. Bahkan, dari 621 balita yang ada di Desa Dalung, sebanyak 15 balita terdeteksi mengalami stunting atau sekitar 2,4 persen. Persoalan lainnya adalah keterlambatan pendataan dan pelaporan sasaran balita kepada Puskesmas. Dari sinilah Desa Dalung membangun pendekatan baru. Bukan hanya mengejar angka kehadiran di Posyandu, tetapi memastikan data sasaran bergerak menjadi dasar tindakan.

Data Bertemu Dapur

Si Bening menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Gadis Dalung. Melalui Si Bening, Desa Dalung memanfaatkan teknologi sederhana berupa Google Form dan WhatsApp Group untuk melakukan pendataan dan pemantauan sasaran Posyandu. Data tersebut kemudian menjadi bahan untuk pendampingan, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), dokumentasi hingga evaluasi.

Sementara Gadis Dalung bergerak di sisi intervensi pangan. Gerakan ini mengembangkan menu kreatif, bergizi dan ekonomis dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Keluarga juga diberikan pelatihan untuk menyiapkan makanan bergizi seimbang bagi balita. Dengan kata lain, Si Bening membaca datanya, Gadis Dalung bergerak di dapurnya. Keduanya diperkuat melalui kolaborasi dengan kelompok DASHAT atau Dapur Sehat Atasi Stunting. Kelompok DASHAT mengolah menu kreatif menjadi makanan tambahan (PMT), sementara Kebun Ketahanan Pangan Desa Dalung menjadi salah satu sumber bahan pangan berbasis lokal. BUM Desa Tri Manunggal Jaya Dalung berperan sebagai mitra utama dalam pendistribusian PMT. Kolaborasi juga melibatkan masyarakat, kader Posyandu, TPK, KPM, tenaga kesehatan Puskesmas Kuta Utara serta kerja sama dengan Bina Usada Bali dan STIKES Bali.

Bukan Sekadar Inovasi di Atas Kertas

Yang membuat inovasi Dalung menarik adalah orientasinya pada perubahan perilaku dan layanan. Tujuan yang dibangun cukup jelas: meningkatkan cakupan D/S, mencegah kasus stunting baru, memastikan pelayanan Posyandu tepat sasaran, serta menjadikan data sasaran Posyandu sebagai dasar perencanaan program pemerintah desa.

Dampaknya pun mulai terlihat, Desa Dalung mencatat kehadiran balita ke Posyandu serta hasil pendataan dan pelaporan sasaran balita kepada Puskesmas meningkat hingga 100 persen pada 2025. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menyiapkan makanan bergizi juga meningkat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi desa tidak harus selalu identik dengan teknologi yang rumit. Kadang, inovasi justru lahir dari kemampuan desa membaca persoalan sehari-hari, menghubungkan data dengan tindakan, kemudian menggerakkan masyarakat untuk bekerja bersama.

Dalung Buktikan Kinerja Desa Dimulai dari Masalah

Predikat Juara I DBB P3S Provinsi Bali 2026 akhirnya menjadi pengakuan terhadap proses tersebut. Desa Dalung berhasil menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting bukan hanya pekerjaan sektor kesehatan. Ada data, Posyandu, kader, keluarga, pangan lokal, BUM Desa, pemerintah desa hingga tenaga kesehatan yang harus bergerak dalam satu irama.

Si Bening Gadis Dalung pada akhirnya bukan hanya sebuah nama inovasi. Ia menjadi gambaran bagaimana sebuah desa mengubah data menjadi tindakan, dapur menjadi ruang intervensi gizi, dan kolaborasi menjadi kekuatan untuk mencegah stunting. Dari Dalung, pesan itu sederhana: ketika desa mampu membaca masalahnya sendiri dan bergerak bersama, kinerja bukan lagi sekadar angka penilaian, tetapi menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat 

Adi Parmadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Si Bening Gadis Dalung Antar Desa Dalung Juara I Desa Berkinerja Baik P3S Provinsi Bali 2026

BADUNG — Inovasi sederhana yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat mengantarkan Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupat...