Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 05 Juni 2026

Bumdes Sebagai Bisnis Solusi dan Bisnis Sosial

 

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hadir sebagai instrumen ekonomi desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, BUMDes dapat dipandang sebagai bisnis solusi dan bisnis sosial yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial bagi desa.


Sebagai bisnis solusi, BUMDes Kedisan Desa Kedisan, kecamatan Tegalalang kabupaten Gianyar unit usaha Desa Wisata dibentuk berangkat dari masalah sampah, Dimana Das Ulu Sungai Petanu awalnya dijadikan tempat pembuangan sampah padahal ada potensi air terjun dan keindahan alam didukung ada peninggalan Sejarah Bali. Inisitif kepala desa dan tokoh masyarak dilakukan penataan bertahap diawali pembersihan sampah kemudian baru ditata destinasi wisata Ulu Petanu Waterfall pendanaanya bersumber dari Dana Desa dari tahun 2020

sampai 2025 totalnya Rp. 850 juta. Kemudian pada tahun 2025 pendampatan kotor dari unit usaha desa wisata mencapai Rp 6 milyar lebih sehingga bisa memberikan PAD pada Desa sebesar Rp.950 juta, ke Desa adat 15 persen dari pendapatan bersih dan ke Masyarakat pemilik lahan yang berdampingan dengan DTW Ulu Petanu Waterfall mendapat 15 persen dari pendapatan bersih ada sekitar 18 orang. Kehadiran BUMDes membantu mengatasi kendala yang selama ini dihadapi warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Sebagai bisnis sosial, BUMDes tidak hanya mengejar laba, tetapi juga mengutamakan manfaat bagi masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk mendukung pembangunan desa melalui PAD yang di terima dari Bumdes. Kemudian dana 15 persen untuk Desa adat didunakan menjaga dan melestarikan budaya bali dan 15 persen untuk masyarakat pendamping 9 pemilik lahan ) menjaga lingkungan tetap asri dikawasan DTW Ulu Petanu Waterfal. Dengan demikian, keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat, BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa sebuah usaha dapat tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.


Kadek Suardika

Koprov TPP Prov Bali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sarasehan Online Penggunaan eHDW dan Pengenalan HDW Helpdesk Perkuat Dukungan bagi Pengguna

  TAPM Pusat dan TAPM Provinsi   mengikuti kegiatan Sarasehan Online Penggunaan eHDW yang dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini m...