![]() |
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hadir
sebagai instrumen ekonomi
desa yang tidak
hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, BUMDes dapat dipandang sebagai
bisnis solusi dan bisnis sosial
yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial bagi desa.
Sebagai bisnis solusi, BUMDes Kedisan Desa Kedisan, kecamatan Tegalalang kabupaten Gianyar unit usaha Desa Wisata dibentuk berangkat dari masalah sampah, Dimana Das Ulu Sungai Petanu awalnya dijadikan tempat pembuangan sampah padahal ada potensi air terjun dan keindahan alam didukung ada peninggalan Sejarah Bali. Inisitif kepala desa dan tokoh masyarak dilakukan penataan bertahap diawali pembersihan sampah kemudian baru ditata destinasi wisata Ulu Petanu Waterfall pendanaanya bersumber dari Dana Desa dari tahun 2020
sampai 2025 totalnya Rp. 850 juta. Kemudian pada tahun 2025 pendampatan kotor dari unit usaha desa wisata mencapai Rp 6 milyar lebih sehingga bisa memberikan PAD pada Desa sebesar Rp.950 juta, ke Desa adat 15 persen dari pendapatan bersih dan ke Masyarakat pemilik lahan yang berdampingan dengan DTW Ulu Petanu Waterfall
mendapat 15 persen dari pendapatan bersih ada sekitar 18 orang. Kehadiran BUMDes membantu
mengatasi kendala yang selama ini dihadapi warga sekaligus mendorong
pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Sebagai
bisnis sosial, BUMDes tidak hanya mengejar laba, tetapi juga mengutamakan
manfaat bagi masyarakat. Keuntungan yang
diperoleh dapat digunakan kembali untuk mendukung pembangunan desa melalui PAD yang di terima dari Bumdes.
Kemudian dana 15 persen untuk Desa adat didunakan menjaga
dan melestarikan budaya
bali dan 15 persen untuk masyarakat pendamping 9 pemilik lahan ) menjaga lingkungan tetap asri dikawasan DTW Ulu Petanu Waterfal. Dengan demikian, keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari besarnya
keuntungan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat
desa.
Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat, BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi
desa yang mandiri,
inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi
contoh nyata bahwa sebuah usaha dapat tumbuh
bersama masyarakat dan memberikan manfaat
bagi banyak pihak.
Kadek Suardika
Koprov TPP Prov Bali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar