Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Senin, 29 Desember 2025

Manfaat Dana Desa 2025 dalam Gambar dan Suara Warga

 

Rekaman demi rekaman bergerak perlahan di layar. Wajah-wajah desa di Bali muncul satu per satu, ibu-ibu yang tersenyum saat menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, petani yang menyiangi lahan pangan desa, balita yang ditimbang di Posyandu, hingga warga yang bekerja bersama membangun jalan desa. Video-video itu bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Ia adalah potongan cerita tentang Dana Desa 2025 yang hidup dan dirasakan nyata oleh masyarakat. Di balik setiap gambar, ada suara warga yang berbicara jujur tentang perubahan yang mereka alami.

Vidio pemanfaatan Dana Desa tahun 2025 yang ditampilkan oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa meliputi : video pemberian BLT Dana Desa kepada KPM, Ketahanan pangan,   Posyandu, Paud, PKTD dan Rangkaian video lainnya berupa pembangunan sarana prasarana desa lainnya serta  kegiatan non-sarpras lainnya.

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Provinsi Bali memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai regulasi dan prinsip partisipatif. Mereka mendampingi desa sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga dokumentasi kegiatan dalam bentuk video dan testimoni. Video-video tersebut menjadi bukti visual bahwa Dana Desa 2025 bukan hanya terserap, tetapi benar-benar bermanfaat dan dirasakan oleh warga desa di Bali. Dana Desa tidak lagi sekadar angka dalam laporan. Ia hidup dalam gambar, bergerak dalam video, dan bersuara melalui testimoni warga. Dari Bali, cerita itu mengalir jujur: Dana Desa bekerja, desa bergerak, dan masyarakat merasakan manfaatnya.

Berikut beberapa vidio pemanfaatan dana desa 2025 dari ratusan vidio lainnya yang dibuat oleh PD dan PLD  ( TPP ) Prov Bali.


Senin, 22 Desember 2025

Menteri Desa: TPP Wajib Profesional, Aktif Publikasikan Kinerja Lewat Media Sosial

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto dalam pembukaan Rapat Peningkatan Kapasitas dan Konsolidasi TPP dalam Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Monev Implementasi Regulasi Terbaru Kepmendesa 294/2025 di Surabaya 22 Desember 2025. menekankan agar seluruh TPP bekerja secara profesional, fokus pada tugas pendampingan, serta menjalankan peran dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan Kepmendesa Nomor 294 Tahun 2025. Pendamping Desa tidak diperkenankan menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan sampingan dan dilarang terlibat dalam politik praktis, termasuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tanpa mengundurkan diri.

Dalam amanatnya, Menteri Desa mendorong TPP untuk aktif mempublikasikan hasil pendampingan dan keberhasilan pembangunan desa melalui media sosial. Setiap TPP diwajibkan membuat video berdurasi minimal lima menit yang menampilkan kemajuan ekonomi desa, khususnya pengelolaan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan aktivitas ekonomi produktif lainnya.

Video tersebut agar diviralkan melalui berbagai platform media sosial TPP, seperti Twitter, TikTok dan Youtube. Ditegaskan  total hadiah Rp 30 juta disiapkan bagi video terbaik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para Pendamping Desa.


Penulis 

Adi Parmadi

Sabtu, 13 Desember 2025

Peran TPP dalam Upaya Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa

 

Workshop Evaluasi Pendampingan Program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 resmi dilaksanakan pada Selasa hingga Jumat, 9–12 Desember 2025, di Nuanza Hotel & Convention, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh para Tenaga Profesional Pendamping (TPP), para pejabat kementerian, serta pemangku kepentingan terkait yang berperan penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini dirancang sebagai forum evaluasi dan penguatan kapasitas bagi TPP dalam mendampingi desa mewujudkan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Workshop menghadirkan sejumlah sesi diskusi, presentasi hasil pendampingan, serta penyusunan rekomendasi untuk implementasi program di tahun berikutnya, sesuai jadwal kegiatan yang telah dilampirkan oleh penyelenggara.

Salah satu sesi utama yang menjadi sorotan peserta adalah paparan dari Dr. Agustomi Masik, M. Dev. Plg., Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal. Dalam paparannya yang berjudul "Penguatan Peran Tenaga Profesional Pendamping (TPP) dalam Upaya Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa", beliau menegaskan bahwa TPP memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama koordinasi lintas sektor di tingkat desa.

Dr. Agustomi menekankan pentingnya ketepatan data, penguatan tata kelola, serta kolaborasi multipihak dalam menentukan keberhasilan intervensi stunting. Menurutnya, percepatan penurunan stunting di desa membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendamping, dan masyarakat desa itu sendiri agar upaya konvergensi berjalan efektif.

Selain sesi paparan, workshop ini juga menjadi momentum bagi para peserta untuk menyampaikan capaian pendampingan selama tahun 2025, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan strategi mitigasi risiko untuk mendukung percepatan penurunan stunting pada tahun 2026 mendatang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh TPP semakin siap dan terarah dalam menjalankan peran strategisnya, sekaligus memperkuat implementasi program prioritas nasional dalam membangun desa yang sehat, berkualitas, dan berketahanan menuju Indonesia Emas 2045. Semangat kolaborasi dan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menurunkan angka stunting secara signifikan di seluruh wilayah Indonesia.


Penulis/Admin

Adi Parmadi

Selasa, 09 Desember 2025

TPP MENCERMINKAN WAJAH KEMENDESPDT


Tenaga Pendamping Profesional ( TPP) yang berkinerja baik mendampingi desa akan mencerminkan wajah dari Kementrian Desa PDT, sehingga harus dievaluasi dan ditingkatkan kapasitasnya.

Lebih lanjut sejalan dengan asta cita no. 6 Presiden Prabowo dan semangat perubahan UU Desa dari 6/2014 menjadi 3/2024   desa sebagai self governing community untuk meningkatkan inisiatif, prakarsa dan Partisipasi masyarakat dalam membangun Desa, TPP harus  mendampingi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan menjadikan trigger terbangunya ekosistem ekonomi desa. MBG dijadikan pemicu terwujudnya Desa Tematik Pangan, " arahan Pak Menteri Desa PDT dalam Pembukaan  Rakor dan Penguatan Tenaga Pandamping Profesional ( TPP) di hotel Green Forest Bogor, Senin 9 Desember 2025

Kadek Suardika ( Korprov Bali )

Desa Desa di Bali Gelar berbagai kegiatan Semarakan Hari Desa Nasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar ...