Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Kamis, 06 November 2025

Bali ( Bukan ) Banyak Libur

Dimata Orang Luar Bali sering diplesetkan banyak libur

Di Bali, libur bukan sekadar jeda waktu—ia adalah cara hidup yang mendalam, sebuah tarian antara, budaya tradisi dan modernitas.

Lbur orang Bali sebenarnya dia sedang bekerja dengan sepenuh hati—merawat tradisi, menghidupkan ritual, dan menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Libur bukanlah lelah untuk bersenang-senang, melainkan waktu sakral untuk meneguhkan identitas, mempererat jalinan budaya, dan mengalirkan semangat kehidupan yang tak pernah padam.

Orang Bali sebenarnya libur untuk bekerja sebagai penjaga tradisi, agar orang lain bisa bekerja di Bali. Bali seperti sekarang bisa memberikan devisa terbesar lebih dari 50%  pada negara karena kerja-kerja pekerja tradisi. Tapi orang luar khususnya investor justru hasil kerja penjaga tradisi dijadikan alat penghasil uang.

Ketika penjaga tradisi tidak bekerja, Bali akan menjadi Bali-balian, Bali KW, Bali sudah tidak ada, tidak memiliki daya tarik.

Seharusnya kerja-kerja penjaga tradisi harus dijadikan komponen ekonomi yang harus dihargai wujud dari rekognisi.

Bali tetap ada ketika budaya bali tetap dijiwai agama Hindu, ada manusia sebagai penjaga tradisi dan ada tanah sebagai tegakan, pijakan budaya.

Penulis

Jro Kadek Suardika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENDES PDT RESMIKAN GOR BUMDES GENTHA PERSADA TIBUBENENG

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Ba...