Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Minggu, 19 Oktober 2025

Gumbrih Bangkit dengan Ketahanan Pangan

Desa Gumbrih berada di Kecamatan Pekutatan Kab Jembrana kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil pemutakhiran data SDGs Desa tahun 2025, Desa Gumbrih berhasil mencatat total skor SDGs Desa sebesar 80,32, dengan skor Tujuan SDGs 2 “Desa Tanpa Kelaparan” mencapai 75,25. menjadikan Desa Gumbrih meraih total skor SDGs tertinggi di Bali.

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa Desa Gumbrih konsisten menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dari Tahun ke Tahun, Gumbrih Tak Pernah Berhenti Berinovasi

Upaya menjaga ketahanan pangan di Desa Gumbrih bukan hal yang baru. Pemerintah desa telah menyiapkan langkah-langkah konkret yang terus berkembang dari tahun ke tahun, menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Tahun 2023, program ketahanan pangan difokuskan pada pengembangan tanaman hortikultura berupa terong dan cabai. Program ini dikelola langsung oleh pemerintah desa dengan melibatkan kelompok masyarakat. Selain memperkuat ketersediaan sayur-mayur segar di tingkat rumah tangga, kegiatan ini juga meningkatkan pendapatan warga melalui hasil panen yang dijual di pasar lokal

Tahun 2024, giliran ayam potong menjadi fokus utama. Melalui program ini, desa tak hanya memperluas sumber pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di bidang peternakan.

Tahun 2025, langkah inovatif pun diambil dengan mengembangkan tanaman jagung yang dikelola oleh BUMDes Catu Graha Mandiri. Jagung menjadi pilihan strategis karena bisa digunakan untuk konsumsi masyarakat sekaligus sebagai bahan pakan ternak. Artinya, Gumbrih mulai membangun rantai pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ketahanan Pangan, Kunci Desa Tanpa Kelaparan

Tujuan SDGs 2 ( Desa Tanpa Kelaparan ) menekankan pentingnya ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan. Nah, program ketahanan pangan di Desa Gumbrih terbukti menyentuh semua aspek itu.

  • Dari sisi ketersediaan, masyarakat tak lagi khawatir kekurangan sumber pangan karena desa punya stok dari hasil ternak dan pertanian.
  • Dari sisi akses, masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan melalui kelompok ternak dan BUMDes, sehingga ada tambahan penghasilan untuk membeli kebutuhan lain.
  • Dari sisi pemanfaatan, program ini meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi pangan lokal — dari daging hingga sayuran dan hasil kebun.

Tak heran jika skor SDGs Tujuan 2 Desa Gumbrih mencapai 75,25. Capaian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal makan, tetapi juga soal kemandirian dan kesejahteraan.

Sinergi yang Menguatkan

Program ketahanan pangan di Desa Gumbrih adalah hasil sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes. Setiap pihak punya peran penting:

  • Pemerintah desa menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran,
  • BUMDes Catu Graha Mandiri menjadi motor penggerak ekonomi pangan,
  • Masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga semangat gotong royong.

Model kolaborasi inilah yang membuat Desa Gumbrih tetap tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.

Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan

Berdasarkan capaian Indeks Desa ( ID ) tahun 2025, desa Gumbrih termasuk Desa Mandiri dengan skor 91,02. Capaian SDGs Desa Gumbrih tahun 2025 bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari langkah besar menuju desa mandiri dan berkelanjutan. Melalui inovasi ketahanan pangan yang terus diperkuat setiap tahun, Desa Gumbrih telah menunjukkan bahwa desa mampu menjadi pusat ketahanan pangan lokal yang menghidupi masyarakatnya sendiri serta dengan semangat kerja keras dan gotong royong, Gumbrih terus menanam benih harapan  dari ketahanan pangan babi, ayam, hingga jagung demi masa depan desa tanpa kelaparan.


Penulis/Admin

Adi Parmadi

2 komentar:

MENDES PDT RESMIKAN GOR BUMDES GENTHA PERSADA TIBUBENENG

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Ba...