Desa Gumbrih berada di Kecamatan Pekutatan Kab Jembrana kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil pemutakhiran data SDGs Desa tahun 2025, Desa Gumbrih berhasil mencatat total skor SDGs Desa sebesar 80,32, dengan skor Tujuan SDGs 2 “Desa Tanpa Kelaparan” mencapai 75,25. menjadikan Desa Gumbrih meraih total skor SDGs tertinggi di Bali.
Capaian ini bukan sekadar angka,
tetapi bukti nyata bahwa Desa Gumbrih konsisten menjaga ketahanan pangan dan
kesejahteraan masyarakatnya.
Dari Tahun ke Tahun, Gumbrih Tak Pernah Berhenti Berinovasi
Upaya menjaga ketahanan pangan di
Desa Gumbrih bukan hal yang baru. Pemerintah desa telah menyiapkan
langkah-langkah konkret yang terus berkembang dari tahun ke tahun, menyesuaikan
dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Tahun 2023, program ketahanan pangan difokuskan pada pengembangan tanaman hortikultura berupa terong dan cabai. Program ini dikelola langsung oleh pemerintah desa dengan melibatkan kelompok masyarakat. Selain memperkuat ketersediaan sayur-mayur segar di tingkat rumah tangga, kegiatan ini juga meningkatkan pendapatan warga melalui hasil panen yang dijual di pasar lokal
Tahun 2024, giliran ayam potong menjadi fokus utama. Melalui program ini, desa tak hanya memperluas sumber pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di bidang peternakan.
Tahun 2025, langkah inovatif pun
diambil dengan mengembangkan tanaman jagung yang dikelola oleh BUMDes Catu
Graha Mandiri. Jagung menjadi pilihan strategis karena bisa digunakan untuk
konsumsi masyarakat sekaligus sebagai bahan pakan ternak. Artinya, Gumbrih
mulai membangun rantai pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Tujuan SDGs 2 ( Desa Tanpa Kelaparan ) menekankan pentingnya ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan. Nah, program ketahanan pangan di Desa Gumbrih terbukti menyentuh semua aspek itu.
- Dari sisi ketersediaan, masyarakat tak lagi khawatir kekurangan sumber pangan karena desa punya stok dari hasil ternak dan pertanian.
- Dari sisi akses, masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan melalui kelompok ternak dan BUMDes, sehingga ada tambahan penghasilan untuk membeli kebutuhan lain.
- Dari sisi pemanfaatan, program ini meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi pangan lokal — dari daging hingga sayuran dan hasil kebun.
Tak heran jika skor SDGs Tujuan 2
Desa Gumbrih mencapai 75,25. Capaian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan
bukan hanya soal makan, tetapi juga soal kemandirian dan kesejahteraan.
Sinergi yang Menguatkan
Program ketahanan pangan di Desa Gumbrih adalah hasil sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes. Setiap pihak punya peran penting:
- Pemerintah desa menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran,
- BUMDes Catu Graha Mandiri menjadi motor penggerak ekonomi pangan,
- Masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga semangat gotong royong.
Model kolaborasi inilah yang
membuat Desa Gumbrih tetap tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim
dan dinamika ekonomi global.
Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan
Berdasarkan capaian Indeks Desa ( ID ) tahun 2025, desa
Gumbrih termasuk Desa Mandiri dengan skor 91,02. Capaian SDGs Desa Gumbrih
tahun 2025 bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari langkah besar menuju
desa mandiri dan berkelanjutan. Melalui inovasi ketahanan pangan yang terus
diperkuat setiap tahun, Desa Gumbrih telah menunjukkan bahwa desa mampu menjadi
pusat ketahanan pangan lokal yang menghidupi masyarakatnya sendiri serta dengan
semangat kerja keras dan gotong royong, Gumbrih terus menanam benih harapan dari ketahanan pangan babi, ayam, hingga
jagung demi masa depan desa tanpa kelaparan.
Penulis/Admin
Adi Parmadi


Tetap Semangat Membangun Desa , Demi Jembrana Pasti Bisa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus