Media Informasi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali

Jumat, 24 April 2026

Rakor TPP Kota Denpasar, tekankan aspek kualitas dan kuantitas pendampingan

Denpasar, Seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kota Denpasar mengikuti rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat kinerja pendamping desa dalam mengawal berbagai agenda strategis pembangunan desa.

Rakor dibuka oleh Koordinator Kota (Korkot) I Ketut Suardana yang menekankan pentingnya soliditas tim serta peningkatan kualitas kerja pendamping di lapangan. Menurutnya, TPP memiliki peran sentral dalam memastikan program pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Usai pembukaan, Koordinator Provinsi (Korprov) Kadek Suardika menyampaikan arahan terkait pentingnya keberadaan pendamping yang memenuhi aspek kualitas dan kuantitas. Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan desa saat ini membutuhkan pendamping yang kompeten, adaptif, serta mampu bekerja dalam tim yang kompak. “Pendamping harus hadir dengan kapasitas yang baik, jumlah yang memadai, dan menjaga kekompakan tim agar setiap target pendampingan bisa tercapai optimal,” tegasnya dalam rakor.

Sesi berikutnya diisi penguatan kapasitas oleh TAPM Provinsi Adi Parmadi. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pengelolaan media sebagai sarana publikasi keberhasilan desa. TPP didorong aktif memfasilitasi pemerintah desa dalam menyusun berita terkait penggunaan Dana Desa, perkembangan BUMDes, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tidak hanya itu, berita yang telah diterbitkan desa juga diminta direpost ke blogspot TPP, kemudian disebarluaskan kembali melalui akun media sosial masing-masing pendamping seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X. “Kerja-kerja desa harus  terlihat. Ketika pembangunan berjalan baik, masyarakat juga perlu mengetahui capaian tersebut melalui media yang dikelola secara positif dan konsisten,” ujarnya.

Selain isu media desa, rakor juga menegaskan kembali peran TPP dalam pemantauan konvergensi stunting melalui aplikasi eHDW, percepatan pemeringkatan BUMDes, progres penyaluran Dana Desa 2026 beserta pemanfaatannya, serta persiapan pemutakhiran Indeks Desa. Yang diselingi dengan beberapa pertanyaan dari pendamping. Setelah itu, masing-masing TA Kabupaten menyampaikan progres, hambatan, dan rencana tindak lanjut sesuai bidang yang diampu.

Rakor kemudian ditutup oleh Korkot Ketut Suardana dengan menegaskan kembali poin-poin hasil rapat sebagai pedoman bersama. Ia berharap seluruh TPP Kota Denpasar semakin solid, responsif, dan mampu menghadirkan kerja TPP berdampak  untuk desa berdaya di Kota Denpasar


Adi Parmadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TPP Kerja Berdampak, Publikasi Desa Jadi Kunci Membangun Citra Positif Desa

Agenda Bidang Media tahun 2026 menegaskan komitmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk menghadirkan kerja pendampingan yang lebih berd...