Kegiatan dipandu oleh host Made
Ananda selaku PIC Sosbud TAPM Kabupaten Buleleng. Dilanjutkan Setelah
penyampaian agenda, Bimtek dibuka oleh
Made Ariana mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng.
Dalam arahannya, Made Ariana menekankan pentingnya pemahaman teknis aplikasi
eHDW bagi seluruh peserta khususnya KPM sebagai ujung tombak pendataan di desa.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integritas data serta kolaborasi antar
unsur di desa agar intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. “Peserta,
khususnya KPM, harus memahami teknis aplikasi eHDW, menjaga kualitas data, dan
membangun kolaborasi dengan admin desa maupun pendamping desa,” tegasnya.
Materi kedua kembali disampaikan
oleh Made Ariana dengan memberikan umpan balik terhadap progres capaian
konvergensi stunting masing-masing desa di Kabupaten Buleleng. Dalam sesi ini,
peserta juga diajak mencermati posisi capaian desa sekaligus langkah percepatan
yang perlu dilakukan.
Diskusi dipandu oleh host dengan
membaca beberapa pertanyaan dari ruang chat dengan berbagai pertanyaan dari
peserta seputar kendala teknis penginputan data, validasi, hingga strategi
meningkatkan capaian indikator desa.
Kegiatan kemudian ditutup dengan
penyampaian Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) oleh made Ananda. Ia berharap
hasil bimtek segera ditindaklanjuti di masing-masing desa sehingga pemanfaatan
aplikasi eHDW semakin optimal dalam mendukung percepatan penurunan stunting di
Kabupaten Buleleng.
Adi Parmadi

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar